Pemerintah Akan Berikan Bantuan 500 Ribu Per KK kepada Korban Gempa Pasaman dan Pasaman Barat -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Pemerintah Akan Berikan Bantuan 500 Ribu Per KK kepada Korban Gempa Pasaman dan Pasaman Barat

tuntas.co.id

Pemerintah Akan Berikan Bantuan 500 Ribu Per KK kepada Korban Gempa Pasaman dan Pasaman Barat
Menteri PMK didapingi Gubernur Sumbar saat meninjau lokasi  pengungsian korban gempa di Pasaman. (Poto/Ist)


TUNTAS.CO.ID_PADANG - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebutkan pemerintah akan memberikan bantuan uang tunggu senilai Rp500.000 per bulan kepada korban gempa bumi di Provinsi Sumatera Barat yang tinggal di tempat pengungsian. Bantuan tersebut diberikan kepada tiap kepala keluarga (KK).


"Para pengungsi nantinya akan mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa uang tunggu. Bantuan uang sebesar Rp500.000 per-KK perbulan itu diberikan selama berada di hunian sementara sambil menunggu hunian tetap kembali dibangun," kata Muhadjir saat meninjau lokasi terdampak bencana gempa bumi di Provinsi Sumatera Barat, Kamis (3/3/2022). 


Dalam kunjungan tersebut, Muhadjir didampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto. Sebagaimana diketahui, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,1 dengan kedalaman 10 km mengguncang wilayah Provinsi Sumbar pada Jumat (25/2/2022) dengan titik episenter gempa berada di Pasaman. 


Menko PMK mengingatkan bahwasanya masa tanggap darurat bencana akan berakhir pada 10 Maret mendatang. Dia meminta kepada pemerintah daerah dan juga para pihak terkait agar dapat segera mempercepat proses validasi data pengungsi.


“Perlu segera dilakukan percepatan data validasi pengungsi. Ini kaitannya dengan bantuan-bantuan yang akan diberikan kepada mereka (pengungsi), termasuk uang tunggu,” ucap Menko PMK.


Percepatan pendataan kerusakan infrastruktur termasuk fasilitas umum juga sangat dibutuhkan. 


"Dengan begitu kita harapkan tanggal 10 Maret, akhir dari batas tahap tanggap bencana itu selesai, data-data ini sudah final agar tahap selanjutnya untuk rehabilitasi dan rekonstruksi bisa dilakukan secepat mungkin," sebut Muhadjir.


Berdasarkan hasil pantauan selama kunjungan, pelaksanaan tanggap darurat mulai dari pencarian dan pertolongan terhadap korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, penanganan kesehatan dan pemulihan dini sudah berjalan baik. Hanya sarana untuk kebersihan, sanitasi, dan MCK di tempat pengungsian masih belum tercukupi.


“Tadi saya langsung telepon ke Pak Sekjen KemenPUPR untuk bisa segera disiapkan oleh PUPR, di samping tentu saja ada bantuan-bantuan dari instansi. Mungkin saja termasuk TNI/Polri, kalau ada MCK mobile yang bisa ditarik untuk mendukung kebutuhan MCK di tempat-tempat pengungsi, agar segera dikirim,” tuturnya.


“Insya Allah nanti malam tim dari KemenPUPR sudah akan datang ke sini untuk mendata kebutuhan-kebutuhan MCK karena ini memang sangat mendesak. Kemudian saya mohon juga ada kepastian-kepastian kebutuhan sehari-hari terpenuhi. Tadi di beberapa lokasi saya lihat sudah cukup bahkan berlebih, hanya distribusinya saja yang perlu disinkronkan,” katanya.


Dia menambahkan bantuan itu diharapkan tidak hanya datang dari kabupaten/kota di Provinsi Sumbar, tetapi juga dari provinsi lain terutama yang berdekatan seperti Provinsi Sumatera Selatan, khususnya untuk kebutuhan fasilitas-fasilitas yang sangat dibutuhkan masyarakat.


Antara jumlah korban yang membutuhkan dengan bantuan yang disediakan juga harus seimbang. Terutama menyangkut kebutuhan anak-anak balita yang mengungsi di tenda harus benar-benar terpenuhi termasuk pengungsi rentan seperti ibu hamil dan lanjut usia (lansia). (*Ij)