Sabu 4 Kg Diselundupkan Lewat Kuala Tungkal

Proses penangkapan di Pelabuhan RoRo, Tanjabbar. (Istimewa)
TUNTAS.CO.ID, Tanjabbar - Kuala Tungkal masih menjadi pintu masuk barang harap di Provinsi Jambi, terbukti hingga kini pengiriman narkoba masih dilakukan di sana.

Minggu (20/1), sabu-sabu seberat 4 Kg berhasil terhendus di Pelabuhan RoRo, yang dibawa oleh tiga orang pelaku.

4 Kg sabu ini berhasil diungkap saat petugas gabungan sedang melakukan pemeriksaan dan penggeledahan barang bawaan, petugas menemukan bungkusan paket yang diduga narkotika jenis sabu.

Kapolres Tanjab Barat AKBP ADG Sinaga, S.IK melalui Kasat Narkoba Iptu David Raditya Yudhidtira membenarkan kejadian ini.

“Sekarang dilakukan penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut,” katanya. (**)

Reporter: Anto


TENTANG TUNTAS

TUNTAS.CO.ID adalah kantor berita online  yang informatif dan edukatif dengan kemasan informasi akurat, segar dan mudah dicerna serta cita rasa yang berbeda.

Media ini beritikad menyuguhkan berita sesuai dengan realitas dan berusaha menyajikan informasi sesuai dengan kebenaran, sehingga fakta-fakta peristiwa dapat tersaji dengan matang.

PT TUNTAS MEDIA TAMA (TASMETA)

SK MENKUMHAM RI :

AHU-0009290.AH.01.11.TAHUN 2019

DIREKTUR : 

Robert Marbun

DEWAN REDAKSI : 

Juwanda, Gustina, Hengky, Saidina Umar

PEMIMPIN REDAKSI :

Abdul Majid

REDAKTUR: 

Samsul Bahri, Ucok, Rudi 

MANAJER IKLAN :

Gustina 

PENANGGUNG JAWAB JAKARTA

Kaharuddin 

PENANGGUNG JAWAB SUMSEL

Hadiyatullah 

REPORTER  : 

Anto, Budi Darma, Darmawan, Taqwim, Amin, Saparwan, Hartanto 

DESAIN GRAFIS

Sigit, Zamzami

ALAMAT : 

Jl. Kaca Piring No.70, Penyengat Rendah, Telanaipura, Kota Jambi, Jambi 36124. 

EMAIL:
tuntasnews7@gmail.com

Serahkan Sertipikat di Garut, Jokowi Pesan Kalau Pinjam Uang Jangan Beli Motor

TUNTAS.CO.ID, Garut - Desa Banjarsari, Kecamatan Tarogong, Kabupaten Garut menjadi lokasi pembagian sertipikat tanah hasil program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau PTSL tahun 2018. Dalam kesempatan tersebut, dibagikan 6.000 sertipikat tanah kepada masyarakat se-Kabupaten Garut.

Usai menyerahkan sertipikat tanah kepada perwakilan 12 orang warga masyarakat, Presiden RI, Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah saat ini sedang menggiatkan penyertipikatan tanah milik masyarakat. 

"Hal itu karena setiap kunjungan daerah, Saya sering mendengar mengenai sertipikat tanah," kata Presiden di Lapangan Cibodas, Desa Banjarsari, Kecamatan Tarogong, Kabupaten Garut, Sabtu (19/1).

Presiden juga mengatakan kepemilikan sertipikat tanah dapat menghindari sengketa dan konflik pertanahan. "Jika ada orang/perusahaan yang mengaku-aku tanah kita, tidak bisa, karena kita sudah pegang sertipikat tanah," ungkap Presiden.

Lebih lanjut, Presiden meminta masyarakat agar bisa menghitung secara matang jika ingin mengagunkan sertipikat tanah di bank. "Jangan untuk beli kendaraan bermotor. Sebaiknya digunakan untuk kegiatan yang produktif," kata Presiden. (RH/AM)

Mensos Gerak Cepat Laksanakan Perintah Jokowi

TUNTAS.CO.ID, Jakarta - Indonesia merupakan negara yang rawan bencana alam. Untuk itu, masyarakat perlu dibekali pengetahuan tentang mitigasi bencana sebagai upaya mengurangi untuk dampak bencana alam. Sehubungan dengan itu, Presiden RI, Joko Widodo, telah menginstruksikan kepada Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk segera merealisasikan program pendidikan kebencanaan secara tersistem di seluruh sekolah. 

Menindakkanjuti instruksi Presiden itu, Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan pertemuan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senayan, Jakarta, pada Kamis (17/1). 

“Di satu sisi Mensos memiliki tenaga instruktur dan tutor yang banyak yaitu dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) sementara Kemendikbud memiliki subjek yang bisa digarap yaitu sekolah dan siswa maka jika ini dipadukan akan menjadi kekuatan yang sinergis antara dua kementerian,” tutur Mendikbud kepada awak medis usai pertemuan tersebut.

Senada dengan Mendikbud, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan bahwa dalam menindaklanjuti instruksi Presiden, pihaknya akan segera merealisasikan program mitigasi bencana dengan Kemendikbud. “Di dalamnya ada pelatihan, pendidikan yang berkaitan dengan kerawanan terhadap potensi bencana,” katanya antusias. 

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Kemendikbud nantinya akan melibatkan para relawan dan tenaga sukarela di bawah Kemensos. “Kami yang punya para relawan selanjutnya Kemendikbud melalui sekolah-sekolahnya memberikan kesempatan bagi para Tagana memberikan pelatihan-pelatihan dan simulasi yang berkaitan dengan penanggulangan bencana,” katanya.

Mendikbud pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa program ini selain melibatkan Tagana, juga akan melibatkan pihak lain yang sudah terdidik dan berpengalaman dalam hal kebencanaan. “Kita ajak tim nasional, BNPB, juga tim-tim relawan nasional yang sudah bergabung yang sudah _well organized_ dan sudah punya pengalaman, dan mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama masuk dalam salah satu program kita,” kata terang Mendikbud.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang sekolah mana saja yang akan mendapat pembekalan kebencanaan ini, Mendikbud mengatakan bahwa program ini diperuntukkan bagi seluruh sekolah. “Dalam waktu dekat akan ada simulasi nasional kebencanaan secara serempak. Namun untuk waktunya masih kita cari, (kegiatan ini diperuntukkan bagi) semua jenjang, semua komponen masyarakat, dan memang terutama yang menjadi titik tumpu di sekolah,” ungkap Mendikbud. 

Ke depan, Kemensos yang telah memiliki data daerah rawan bencana akan berkoordinasi dengan Kemendikbud supaya program ini dapat dijalankan pada sekolah-sekolah di lokasi tersebut. Adapun program yang dilaksanakan dibagi menjadi tiga bagian yaitu pembekalan yang sifatnya informasi, teknik antisipasi, penanganan bencana, dan simulasi yang melibatkan guru maupun organisasi intra sekolah seperti Korps Sukarelawan Sekolah, Palang Merah Sekolah, dan Pramuka.

*Taruna Siaga Bencana Masuk Sekolah* 
Taruna Siaga Bencana atau disingkat Tagana adalah suatu organisasi sosial yang bergerak dalam bidang penanggulangan bencana alam dan bencana sosial yang berbasiskan masyarakat. Pembentukan Tagana merupakan suatu upaya untuk memberdayakan dan mendayagunakan generasi muda dalam berbagai aspek penanggulangan bencana, khususnya yang berbasis masyarakat. Keberadaan Tagana selama sekitar empat tahun ini telah banyak melakukan kegiatan kemanusiaan dalam bencana dan kegiatan kesejahteraan sosial yang akhirnya menjadi salah satu organisasi yang diterima oleh masyarakat.

Selain itu, hampir semua anggota Tagana telah mengikuti pelatihan di bidang penanggulangan bencana dan bidang kesejahteraan sosial sehingga menyebabkannya mampu melaksanakan aneka peranan di bidang penanggulangan bencana. Sebagai suatu organisasi, Tagana mampu mengembangkan program dan kegiatannya secara berkelanjutan.

“Jumlah Tagana saja saat ini ada sekitar 40.000 tapi karena alokasi pembentukan Tagana per tahun itu ada batasannya, sementara animo masyarakat untuk menjadi bagian dari Tagana itu besar sekali maka kami bentuk apa yang disebut Relawan Tagana dan Sahabat Tagana. Relawan Tagana dan Sahabat Tagana berbeda dengan Tagana Inti karena Tagana Inti diberikan pelatihan kedisiplinan serta pelatihan lain yang lebih menyeluruh dan teknis tentang kebencanaan. Jumlah Relawan Tagana dan Sahabat Tagana sekitar 65.000, jadi total keluarga besar, Tagana bisa mencapai 100.000 orang di Indonesia,” pungkas Mensos. (*) 

Pasca Banjir Bandang, Kota Garut Ditanggul


TUNTAS.CO.ID, Garut - Pasca banjir bandang yang terjadi di Kota dan Kabupaten Garut, Jawa Barat pada 20 September 2016 lalu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bergerak cepat dengan melakukan tanggap darurat dan dilanjutkan pembangunan tanggul Sungai Cimanuk dan anak Sungai Cimanuk seperti Cibarengkok dan Cikajang  sepanjang total 5 Km pada tahun 2017-2018.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada saat meninjau kawasan terdampak banjir bandang Garut, Jawa Barat, Kamis (29/9/2016) memerintahkan untuk melakukan penataan hulu Sungai Cimanuk melalui konservasi tanah dan air serta penataan ruang. Selain itu perbaikan tanggul Sungai Cimanuk serta pembangunan dua tower rumah susun sederhana sewa (rusunawa) bagi korban bencana banjir bandang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada saat meninjau langsung ke lokasi banjir bandang  (23/9/2016) mengatakan rusaknya vegetasi di kawasan DAS menjadi slaah satunya penyumbang terjadinya bencana banjir dan tanah longsor. "Untuk memperbaiki DAS kritis, dibutuhkan peran serta semua pihak," kata Menteri Basuki.

Pembangunan tanggul dilakukan di Kecamatan Karangpitan, Garut Kota, Tarogong Kidul, Cikajang, dan Pasir Wangi. Selain tanggul, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung juga membangun 4 buah Check Dam di hulu sungai untuk menahan laju sedimentasi ke hilir.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung Happy Mulya mengatakan pembangunan tanggul dan check dam dilakukan pada tahun 2017 dan 2018 dengan total biaya sebesar Rp 110,8 miliar.

“Dengan sedimentasi yang tinggi mencapai 5 juta m3, Sungai Cimanuk membutuhkan 30 check dam, sekarang sudah selesai 4 buah,” kata Happy saat meninjau salah satu lokasi terparah akibat banjir pada tahun 2016 lalu yakni di Jalan RSU Dr. Slamet, Kabupaten Garut.

Menurut Happy untuk mencegah terulangnya banjir bandang di Garut, pembangunan infrastruktur pengendali banjir juga perlu diiringi dengan penataan kawasan resapan di daerah hulu Sungai Cimanuk. Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk termasuk DAS kritis dimana sekitar 100 ribu hektar atau 30% daerah tangkapan airnya mengalami kerusakan. Di hulu DAS terjadi perubahan pemanfaatan lahan yang sebelumnya tanaman keras menjadi perkebunan tanaman hortikultura seperti wortel, kentang dan akar wangi.

“Akibatnya air hujan tidak bisa terserap optimal ke dalam tanah dan mengakibatkan semakin banyak aliran air permukaan yang masuk ke Sungai dengan membawa sedimen. Sementara di hilir sungai juga terjadi penyempitan sungai akibat tekanan permukiman warga,” kata Happy.

Sebagaimana diketahui, pada 20 September 2016 lalu, Garut mengalami banjir bandang yang mengakibatkan sekitar 35 orang meninggal dunia, 633 rumah terendam, 54 rumah hanyut, dan ribuan warga terpaksa mengungsi. Banjir juga merusak tanggul banjir di Kaum Lebak sepanjang 50 meter dan Sukajaya sepanjang 250 meter. Untuk mengenang dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga DAS Cimanuk dibangun Tugu Peringatan Banjir Bandang Sungai Cimanuk.

Lilis Neti, Kepala Kecamatan Terogong Kidul, Kabupaten Garut mengatakan pasca banjir bandang masyarakat sekitar Sungai Cimanuk was-was terjadi lagi banjir. “Alhamdulillah setelah pembangunan tanggul selesai, tidak terjadi banjir lagi. Warga yang rumahnya rusak akibat banjir juga sudah dipindahkan ke Rusun. Saya harapkan kawasan bantaran sungai yang akan dibebaskan nantinya menjadi kawasan hijau,” kata Lilis.

Kementerian PUPR melalui Ditjen Penyediaan Perumahan bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Garut membangun 2 tower Rusun di Kecamatan Margawatibbagi korban banjir. Rusun yang menghabiskan biaya sebesar Rp 44,5 miliar dengan jumlah 140 unit dan telah dilengkapi meubelair, air bersih dan listrik. Saat ini Rusun tersebut sudah dihuni warga. (*)

Religi Jambi Gelar Nobar Debat Capres Pertama

TUNTAS.CO.ID, Jambi - Kamis, 17 Januari 2019 merupakan momentum yang di tunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia, dikarenakan pada hari tersebut  di selenggarakan sesi debat pertama pasangan calon presiden antara Joko Widodo-Ma'aruf Amin Vs Prabowo-Sandi.

Hal ini juga sangat di tunggu-tunggu oleh Relawan Indonesia Jokowi (Religi) Provinsi Jambi, mereka melakukan nonton bareng di Sekretariat PW Nahdhatul Ulama Provinsi Jambi Relawan Indonesia Jokowi mengadakan Nonton bareng alias NOBAR. 

Nobar tersebut ikut di hadiri oleh Pihak Kepolisian, Masyarakat, BPH Religi Jambi yaitu Saidina Umar dan team religi lainnya.

Nobar tersebut bertujuan,  yang pertama untuk menganalisis secara apektif tentang isi tema serta jawaba para pasangan calon yang sesuai dengan tema. Kedua mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjadi pemilih yang cerdas, aktif,  dan partisipastif. 

Menurut pimpinan Religi Jambi Umar,  debat sesi pertama ini merupakan titik awal bagi masyarakat untuk menilai siapa paslon yang benar-benar layak menjadi punggawa Indonesia lima Tahun kedepan,  tentunya Pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'aruf Amin yang lebih unggul dalam debat kali ini. 

Tambahnya,  para milenialis khususnya para milenialis santri harus lebih bijaksana dalam memilih presiden 5 tahun ke depan,  dan kalau berbicara mengenai keterwakilan milenialis menurut umar paslon 01 adalah pasangna yang raisional untuk dipilih oleh kaum milenial.
Dan tutupnya Umar berpesan,.

"Mari bersama-sama kita kawal pesta demokrasi lima tahunan ini dengan hati yang damai,  fkiran yang jernih serta senantiasa mentaati regulasi yang ada.  17 April adalah waktunya untuk kita memilih, dan ingat 17 april adalah satu suara anda menentukan nasib indonesia lima tahun kedepan. Dan mari kita saksikan sesi-sesi debat berikutnya, dengan nada tegas dia mengatakan bahwa dalam debat kali ini pasangan 01 dengab telak memenanginya," pungkas Umar. (**)

Penulis: Ari 

Terbukti Tak Bersalah, Hakim Perintahkan Jaksa Keluarkan Madel dari Penjara


M Madel 
TUNTAS.CO.ID, Jambi - Hakim ketua Pengadilan Tikipor Jambi, Edi Pramono memvonis bebas Mantan Bupati Sarolangun, M Madel, , Kamis (17/1/2019).

"Menyatakan terdakwa telah terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan padanya sebagaimana dalam dakwaan primair dan subsidair. Akan tetapi, perbuatan tersebut bukanlah merupakan suatu tindak pidana," kata hakim ketua, Edi Pramono membacakan putusan.

"Melepaskan terdakwa dari tuntutan penuntut umum baik primer mau pun subsider atau onslag van rechtsvervolging," lanjutnya.

Suasana langsung mengharu biru, keluarga yang hadir menangis mengucap syukur.

Dalam putusannya, Hakim memerintahkan jaksa penuntut umum untuk melepaskan terdakwa dari tahanan setelah putusan ini diucapkan. (**)

Juwanda Dorong Rp 22 M untuk Pondok Pesantren di Jambi


Juwanda saat bertemu Presiden Jokowi di istana negara beberapa hari lalu.
TUNTAS.CO.ID, Jambi - Tercatat sekitar 213 Pondok Pesantren berada di Provinsi Jambi dan rerata masih membutuhkan dukungan pendanaan dari Pemerintah Provinsi Jambi.

Jumlah itu itu dikatakan Ketua PW GP Ansor Jambi Juwanda, sangat signifikan untuk keberlanjutan penguatan basis intelektual keagamaan di Jambi.

"Kita tahu pesantren basis penguatan agama. Pesantren lembaga keilmuan. Tempat tumbuhnya kader intelektual yang berkarakter," katanya, Selasa (15/1/2019).

Dalam kontek kebangsaan pun, menurutnya, semangat perlawanan menghadapi penjajahan kolonial lahir dari kantong kantong pesantren dimotori para kyai dan santri.

Untuk itu, Caleg DPRD Provinsi Jambi dapil Sarolangun Merangin ini menilai, dengan topangan APBD Provinsi Jambi 2019 sekitar 4.5 triliun pesantren menjadi perhatian serius.

"Jika pun alokasi untuk pondok pesantren telah ada. Meskipun mungkin secara kewenangan ranahnya berbeda, tapi kita akan mendorong pesantrean prioritas yang harus diperjuangkan lewat anggaran APBD Jambi," terang Juwanda

Sehingga persoalan pendanaan tidak lagi menjadi momok para pengelola pondok pesantren. "Ya. Kedepan itu yang akan kita lakukan. Setidaknya 22 miliar porsi APBD Jambi bisa dihibahkan untuk pesantren pertahun. Sehingga tidak lagi timbul kesenjangan" katanya.

Ia merinci, maka satu pesantren akan mendapat alokasi hibah pertahun senilai Rp 100 juta. Selain pondok pesantren, Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dan Lembaga Pengajaran Quran (LPQ) ikut menjadi perhatiannya. (RDD)

Warga Dengar Suara Gemuruh, Ternyata Ruko 10 Pintu Ambruk


Ruko di Bangko ambruk (istimewa)
TUNTAS.CO.ID, Merangin - Ruko 10 pintu di jalan menuju Bukit Tiung, Bangko Kabupaten Merangin tiba-tiba ambruk, Rabu (16/1/2019).

Menurut warga sekitar, Herman ruko itu ambruk sekitar pukul 06.40.

"Kami dengar suara gemuruh, rupanya ruko yang ambruk," katanya.

Ruko tersebut memang berada tepat di bibir jurang, sehingga sangat rawan. (**)

Dapat Informasi Hoaks Soal Impor Cabai, Petani Minta Maaf Soal Lempar Cabai ke Jalan


Perwakilan petani saat memberi keterangan pers 
TUNTAS.CO.ID, Demak - Petani cabai Desa Jeruk Gulung Kecamatan Dempet meminta maaf kepada pemerintah atas aksi membuang cabai di jalan yang digelar beberapa hari lalu. 

Para petani mengklarifikasi bahwa mereka mendapatkan informasi yang salah atau hoaks soal pemerintah impor cabai, sehingga harga di tingkat petani mirah, padahal sejak 2016 tidak ada lagi impor cabai.

“Kami mohon maaf kepada Pemerintah dan seluruh ummat, atas insiden kejadian kemarin, saat di antara kami khilaf membuang cabai di jalan. Sungguh kejadian tersebut karena spontanitas, dan kami menyadari perbuatan tersebut tidak etis dan justru membuat kami menjadi malu,” kata Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki, Sugiyono yang mewakili petani cabai Desa Jerukgulung Kecamatan Dempet, Minggu (13/1/2019).

“Kami memohon maaf juga, meralat dan koreksi, kemarin ada pernyataan ada impor padahal sebenarnya sejak 2016 sampai sekarang tidak ada impor cabai segar,” tukasnya.

Padahal, tegas Sugiyono, perhatian dan bantuan pemerintah pusat melalui Kementan untuk petani cabai sangat luar biasa. Menteri Pertanian Andi Amran sudah membantu menyelesaikan masalah di lapangan selalu sangat cepat. Dan bantuan berdasarkan usulan petani selalu dikabulkan.

Petani juga berterimakasih karena Cabai Merah Keriting dari petani Desa Jerukgulung Kecamatan Dempet sudah dibeli dengan harga Rp18.000 per kilogram.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian Andi Amran, Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Demak. Sungguh diluar dugaan kami sebelumnya,” jelas dia. (**)

Sumber: demakhariini.com