Polres Muarojambi Rapid Test 293 Personil Keamanan Pilkada 2020 -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Polres Muarojambi Rapid Test 293 Personil Keamanan Pilkada 2020

tuntas.co.id

    Personil rapid test Polres Muarojambi


Muarojambi - Mensukseskan Pilkada yang akan dilaksanakan Rabu (9/12/20) nanti. Sebanyak 293 orang personil Keamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) Polres Muarojambi di rapid test. 

Kegiatan Rapid test dilakukan di ruang pola Polres Muarojambi Minggu (6/12/20) pagi

Kapolres Muarojambi AKPB Ardiyanto mengatakan rapid test bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran virus covid-19 ke setiap personil keamanan yang di tugaskan menjaga TPS Pilkada 2020

" Apabila dari personil pengamanan tersebut ditemukan ada yang reaktif covid-19, maka akan segera di tingkatan untuk dilakukan uji swab, dan bila ditemukan positif Covid-19  maka sudah kita siapkan juga personil cadangan," sebut Kapolres Muarojambi AKBP Ardiyanto

Pada kegiatan ini turut digelar apel siaga pendistribusian logistik kesiapan pengaman pilkada serentak tahun 2020

" Apel siap siaga hari ini untuk menyukseskan Pilkada serentak tahun 2020 serta pengamanan perdistribusian logistik." sampainya 

Ditambahkan Kapolres, pada pengamanan Pilkada 2020 ini berbeda dgn pengamanan Pilkada pada tahun-tahun sebelumnya karena seluruh  personil pengamanan harus dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) Covid-19. 

" Dalam pengaman TPS nanti masih ada masyarakat yang berkerumun dan tidak memakai masker, maka anggota yang bertugas, berkewajiban untuk menghimbau secara humanis. Agar masyarakat pemilih menggunakan masker," terangnya

Dirinya juga menegaskan kepada masyarakat bila tidak mengindahkan himbauan apalagi sampai mengganggu jalannya pemilu maka bisa diamankan petugas keamanan yang berjaga 

Lebih lanjut di sampaikannya untuk daerah yang dinilai masih rawan terjadinya kecurangan dan pembatalan, ada dua wilayah, pertama di daerah tapal batas, dan yang kedua daerah banjir.

" Yakni perbatasan Kabupaten Muarojambi dan Batanghari yang rawan ada kecurangan, alhamdulillah sudah kita selesaikan bersama Pemkab Muarojambi, serta beberapa desa yang terendam banjir sudah kita koordinasikan. Dikembalikan ke KPU mengenai pertimbangan pelaksanaannya," tutupnya (ENDANG).