Pasien Covid-19 Keluhkan Fasilitas Pelayanan Ruang Isolasi RSUD -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Pasien Covid-19 Keluhkan Fasilitas Pelayanan Ruang Isolasi RSUD

tuntas.co.id

MUAROJAMBI - Seorang pasien Covid-19 yang kini menjalani isolasi di RSUD Ahmad Ripin Muarojambi berinisial H merasa fasilitas dan pelayanan rumah sakit dinilai kurang baik

Ia mengatakan kurangnya Pelayanan di ruang isolasi yang di tempati nya, seperti tidak adanya horden untuk menutupi pintu dan jendala

" Terpakso lah jendalo dan pintu tempat sayo di isolasi tu sayo tutupi dengan kain seadonyo lah," Sebut H melalui pesan singkat WhatsApp Rabu (7/20/20)

Selain itu ia juga menyebut jika hasil swab negatif, dirinya meminta bisa pulang, dengan isolasi mandiri dirumah, serta yang ia keluhkan juga seperti pelayanan kesehatan, pemakaian masker yang di ganti satu hari satu masker, 

"Kami harap satu kali uji swab dengan hasil negatif lansung pulang, terus menjalani isolasi di rumah, kalau begini kapan selesai nyo, kalau pasilitas disini lengkap enak, ini masker aja satu hari satu masker, kalau dak di mintak dak dikasih, kami saroh nian dalam ni," ungkapnya

Terkait  hal tersebut mendapat tanggapan langsung dari komisi III DPRD Kabupaten Muarojambi Usman Khalik

Dikatakan Usman Khalik Pemerintah Kabupaten Muarojambi telah menganggarkan semua persiapan menghadapi lonjakan pasien Covid-19, kalau ada masalah mungkin terkendala dengan OPD nya, dewan akan melakukan evaluasi.

"kita sudah anggarkan semua persiapan menghadapi lonjakan pasien pendemi covid-19,  jadi kalau semua belum di siapkan mungkin itu terkendala sama OPD nya, nanti akan kita evaluasi, direktur nya akan kami hubungi," kata Usman Khalik 

Sementara Dr.Ilham selaku direktur RSUD Ahmad Ripin ia katakan, harapan pihak RSUD, pasien yang dirawat cepat sembuh, dengan Standar rsud Ahmad Ripin. Sama dengan rumah sakit lainnya yang melayani pasien covid-19

" Standar RSUD kita sama dengan rumah sakit lain dalam melayani pasien covid-19. Terkait uji swab pertama negatif langsung bisa pulang, hal ini sudah kami tanyakan ke Dinkes Provinsi, kemudian dinkes provinsi bertanya ke gugus tugas provinsi.

Sambung Dr Ilham, penjelasan mereka belum bisa dilaksanakan karena belum ada keputusan gugus tugas, dan juga ada kasus swab 1 negatif, swab 2 positif. Nanti kalau ada perubahan keputusan gugus tugas seperti di atas, pihak rumah sakit akan laksanakan

Ditambahkan Dirut Ilham, terkait dana covid, menurutnya usulan dewan atau mungkin gugus tugas covid-19 Muarojambi bisa memanggil dan minta klarifikasi, ilham mengakui rsud ahmad ripin punya data lengkap

"Kami dalam hal covid hanya menerima barang jadi, yang punya dana BPBD, sebagai pengelola dana di dinkes. Jadi kalau kami minta vitamin atau apapun untuk pasien dan petugas, kami usulkan, setelah itu kami terima dalam bentuk vitamin atau apapun itu, begitu mekanismenya," cetus Dr Ilham


Lebih lanjut ia menyampaikan semua tenaga kesehatan termasuk dokter spesialis penyakit dalam tiap hari ada komunikasi dengan pasien, memang mereka sulit dikenali karena pakai APD Level3. Harusnya memang kalau mau lebih lengkap ada spesialis dari paru-paru,


" Itu kita sudah minta ke kemenkes dan provinsi, tapi belum dikabulkan, mungkin dokter paru terbatas jumlahnya, Kalau makanan kami punya ahli gizi yang sudah mengatur menu sesuai standarnya gizi pasien covid19. Pasien kita banyak yang OTG , jadi mungkin cocoknya nasi biasa atau standar nasi bungkus termasuk porsinya mungkin kurang. (EN)