Berkah Sungai Tanpa Sentrum, Wabup Muratara Tunjukan Hasil Memancing -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Berkah Sungai Tanpa Sentrum, Wabup Muratara Tunjukan Hasil Memancing

tuntas.co.id

 

Berkah Sungai Tanpa Sentrum, Wabup Muratara Tunjukan Hasil Memancing
Wakil Bupati Inayatullah pamerkan hasil pancingnya diwilayah sungai Karang Dapo. (Poto/Ist)

TUNTAS.CO.ID_MURATARA - Bupati dan Wakil Bupati sangat melarang masyarakat mengambil ikan di sungai Rupit dan Sungai Rawas dengan cara di sentrum, karena sangat merusak biota sungai terutama ikan.


Pelarangan itu juga guna untuk masyarakat, agar Ikan yang ada di sungai rupit dan sungai rawas akan terus berkembang, sehingga masyarakat dapat menikmati dengan mudah.


Wakil Bupati Musi Rawas Utara Inayatullah menyampaikan bahwa ia bersama Bupati tidak melarang mengambil ikan di sungai, baik untuk di makan sendiri ataupun untuk di jual pemenuhan ekonomi, namun tidak dengan cara menyentrum.


"Silahkan ambil ikannya baik di jual ataupun makan sendiri, tapi mohon jangan di sentrum, ini untuk kebaikan kita semua, kalau di sentrum tentu populasi ikan kita berkurang, ke depan susah kita mencari ikan di sungai Rupit dan Rawas ini," ungkapnya. Minggu, (5/6/2022).


Kemudian ustadz kondang ini juga memperlihatkan hasil tangkapan pancingnya diwilayah aliran sungai Karang Dapo.


"Dulu sulit sekali dapat ikan segar dan besar-besar, namun dengan berkurangnya penyerntrum ikan, hasil kita luar biasa, nah kalau dengan cara memancing dan menjaring saja kita dapat banyak, kenapa kita harus merusak dengan menyentrum," tambahnya.


Ia juga menjelaskan menyentrum di samping merusak dan merugikan masyarakat lain, mencari ikan dengan cara menyentrum juga adalah tindakan yang bisa dipidanakan.


"Bukan hanya merugikan dan merusak, menyentrum juga adalah tindakan pidana yang bisa di hukum penjara dan denda yang tidak sedikit, sudahlah merugikan dan merusak, kita di penjara jika ketangkap," tutup Ketua DPD Nasdem Muratara ini.