Bupati Tanjabbar Pimpin Rapat Mediasi Permasalahan Masyarakat TSM dengan KUD Harapan Maju -->
Cari Berita


GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Bupati Tanjabbar Pimpin Rapat Mediasi Permasalahan Masyarakat TSM dengan KUD Harapan Maju

tuntas.co.id

Bupati Tanjabbar Pimpin Rapat Mediasi Permasalahan Masyarakat TSM dengan KUD Harapan Maju
Ist


TUNTAS.CO.ID_TANJAB BARAT - Bupati Tanjab Barat, Anwar Sadat, menghadiri Mediasi permasalahan masyarakat trans siwakarsa mandiri (TSM) dengan KUD Harapan Maju, Senin (17/1/22).


Rapat mediasi yang dilaksanakan di Ruang Pola Utama ini juga dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Hairan, asisten Pemerintahan, Kesra Hidayat, Asisten Perekonomian Pembangunan Firdaus Khatab dan Forkopimda yang tergabung dalam tim terpadu ( Timdu ) serta kedua pihak yang berkonflik baik dari pihak TSM maupun dari KUD Harapan Maju.


Bupati Tanjabbarat Anwar Sadat  didampingi Wakilnya Hairan dan Asisten l saat diwawancarai mengatakan, diutamakan ajas musyawarah, kalau pendekatan-pendekatan hukum memang agak sulit karena masing-masing punya legal standingnya, baik Dinas Kehutanan ataupun Dinas Transmigrasi.


“Tadi dalam rapat mediasi telah disampaikan masing-masing pihak akan membawa dokumen-dokumen pendukung yang berkaitan dengan persoalan TSM ini,” katanya.


"Nanti kita akan panggil pihak perusahaan, memang pihak perusahaan ini berapa kali dipanggil tidak hadir dan nanti pertemuan selanjutnya akan kita panggil perusahaan untuk hadir yang bisa langsung memberikan keputusan jangan yang hadir tidak bisa memberikan keputusan, agar persoalan ini cepat selesai, tidak terkatung-katung  tanpa ada ketegasan," tambahnya.


Selain itu, Konflik lahan ini sudah sudah terjadi selama 24 tahun, antara masyarakat TSM dan PT PSG anak dari PT Makin. Masyarakat hanya meminta hak nya untuk Lahan Usaha ( LU ) Dua, Sebanyak 50 Hektar yang akan dibagi dengan 50 kepala Keluarga.


”Dari 50 Hektar itu akan dibagi, per Kepala Keluarga masing- masing mendapatkan Satu Hektar, untuk 19 kepala keluarga (KK) yang datang dari luar, dan untuk masyarakat sekitar 31 kepala keluarga(KK),” tutup Bupati. (*)