LPG Melon Langkah dan Mahal, Wabup Muratara Sidak Kelapangan -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

LPG Melon Langkah dan Mahal, Wabup Muratara Sidak Kelapangan

tuntas.co.id

LPG Melon Langkah dan Mahal, Wabup Muratara Sidak ke Lapangan.


TUNTAS.CO.ID_MURATARA - Banyak keluhan dari masyarakat akan susahnya mencari gas LPG tiga kilogram atau gas melon yang di sertai harga melambung tinggi, membuat Wakil Bupati Musi Rawas Utara Inayatullah lakukan Inspeksi mendadak(Sidak) ke lapangan dan pangkalan pangkalan gas.


Inayatullah sidak ke Kecamatan Karang Jaya. dalam sidak tersebut Inayatullah menanyakan langsung kepada salah satu pangkalan yang ada di Desa Rantau Jaya penyebab terjadinya mahalnya harga gas. Selasa (21/09/2021) 


Ditemukan di lapangan bahwa pangkalan gas beralasan bahwa mereka tidak ada bermain harga melainkan harga tersebut di duga di mainkan di warung-warung.


Namun setelah chek harga ke warung benar di temukan harga tinggi, dan warung warung tersebut menjawab karena saat membeli di pangkalan dengan harga juga tinggi.


Inayatullah menyampaikan bahwa dari hasil pertemuan pemkab dengan pihak Pertamina hari.Jum'at(17/09/2020) kemarin bahwa pangkalan gas tidak boleh menainkan harga, karena sudah di tentukan dari pertamina pangkalan hanya boleh mengambil untung sebesar Rp.1.850/ tabung dari harga pertamina berkisar Rp.16.000/ tabung gas.


"Kita sudah panggil pihak Pertamina di Hari Jum'at kemarin, pertamina sudah menjelaskan panjang lebar ke kami, pangkalan hanya boleh mengambil untung dari harga yang di tetapkan sebesar Rp.1.850/tabung, tidak boleh lebih, namun kita masih bisa memaklumi jika pangkalan menjual dengan harga Rp.22000-23000/ tabungnya. karena tidak ada alasan ongkos kirim, ongkos kirim sudah di biayai pihak pertamina sampai ke pangkalan" ujar Ketua DPD NasDem Muratara ini saat di konfirmasi awak media.


Kemudian ustadz kondang ini juga menyampaikan bahwa kelangkaan juga di sebabkan kurangnya kuota dan belum adanya SPBE sendiri di Muratara serta banyak golongan masyarakat menengah ke atas juga menggunakan gas LPG yang sebenarnya untuk masyarakat miskin.


" Kuotanya sangat kurang, sekarang kuota Muratara hanya dapat 46000/ perbulan itupun kuota di tetapkan di 2013 lalu, nah sekarang geliat ekonomi dan arus mobilasi masyarakat kita jauh bertambah di sisi lain kita masih dengan kuota lama, dan harusnya kita ada SPBE sendiri Muratara, kelangkaan itu juga di sebabkan banyaknya masyarakat golongan menengah ke atas juga menggunakan LPG tiga kilogram yang sebenarnya untuk masyarakat miskin, jadi mohonlah kepada masyarakat mampu untuk beli gas non subsidi," tambahnya.


Terakhir juga ia tegaskan bahwa pangkalan jangan coba coba main, karena kami bisa merekomendasikan untuk mencabut izin dari pertamina.


(Red)