Soal Nakes yang Belum STR Dirumahkan, Bupati : Masih Ada Toleransi Sampai September -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Soal Nakes yang Belum STR Dirumahkan, Bupati : Masih Ada Toleransi Sampai September

tuntas.co.id

Soal Nakes Yang Belum STR Di Rumahkan, Bupati Muratara: Masih Ada Toleransi Sampai September
Bupati Muratara H. Devi Suhartoni (HDS). (Poto/ari) 


MURATARA - Sepertinya Tenaga Kerja Sukarelawan (TKS) tenaga kesehatan yang belum punya Surat Tanda Registrasi (STR) patut berbahagia karena sebelumnya beredar kabar bahwa mereka akan di rumahkan oleh pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Karena masih ada toleransi sampai September untuk mengurus STR.


Kaputusan tersebut hasil dari rapat koordinasi antara Bupati, Wakil Bupati , bersama Kadis Kesehatan, Direktur Rumas Sakit dan Kepala Puskemas. Kamis (6/5/2021) di ruang rapat Kantor Bupati.


Di dalam rapat, Bupati Musi Rawas Utara Devi Suhartoni dan Wakil Bupati Inayatullah meminta pandangan dan pendapat dari tiga elemen terkait tersebut.


Dalam pandangan tersebut di jelaskan bahwa banyaknya tenaga kesehatan yang masih mengurus STR, ada yang selesai tapi belum keluar sertifikat, ada yang beberapa kali test namun belum lulus, dan juga yang terkendala biaya.


Mendengar pendapat tersebut Bupati Muratara memutuskan untuk memberi waktu kepada nakes yang belum STR untuk mengurus sesegera mungkin dan di beri batas waktu sampai september.


"Ya, kemarin saya dan pak Wabup, sudah memanggil Kadis Kesehatan, Direktur Rumah Sakit, dan para Kepala Puskesmas untuk meminta pendapat dan pandangan dari mereka soal nakes yang belum STR, hasilnya saya beri waktu sampai 15 September, jika September juga belum ber STR mohon maaf tidak ada lagi toleransi," Ujarnya.


Kemudian Devi juga sampaikan bahwa STR adalah wajib bagi nakes dalam bekerja sebagai alat ukur.


"Harus ada STR, itukan wajib sebagai alat ukur mereka, profesionalitas kerja dan akreditasi sebagai alat pengakuan, ya kalau di berkendara itu SIM nya tenaga kesehatan makanya segera di urus," tambahnya 


Terakhir Devi sampikan bahwa tenaga kesehatan sangat di butuhkan, namun harus profesionalitas kerja jauh lebih penting, kadepan tidak ada lagi laporan masyarakat soal tenaga kesehatan.


"Tenaga kesehatan sangat di butuhkan, apalagi pada masa pandemi saat ini, mereka pahlawan, namun profesionalitas juga penting, selama ini banyak laporan bahwa kurang ramahnya nakes pada pasien dan keluarga pasien cuek dan terkesan lamban dalam perlayanan, saya tidak mau mendengar itu lagi," tutupnya penuh harap.

(HY)