Sambangi Balita Penderita Sindrom Hidrosefalus, HDS : Urus Dulu dan Ditanggung Pemerintah, Itu Mesti Dioperasi -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Sambangi Balita Penderita Sindrom Hidrosefalus, HDS : Urus Dulu dan Ditanggung Pemerintah, Itu Mesti Dioperasi

tuntas.co.id

HDS saat dikediaman M Kahfi Al Ghifari di Kelurahan pasar Surulangun. Poto : Ist

MURATARA - Sejak lahir hanya bisa menangis, mungkin begitulah kondisi yang dialami M Kahfi Al Ghifari balita usia lima bulan asal Kelurahan pasar Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara.

Sejak lah dia menderita sindrom Hidrosefalus ditandai dengan pembesaran tempurung kepala akibat menumpuknya cairan di dalam rongga otak.

Ustad Sakban tetangga korban, menuturkan, Rabu (27/1). Balita itu merupakan anak kelima  dari lima bersaudara dari  Zainal Abidin yang kesehariannya berprofesi sebagai buruh sadap karet.

"Iya itu tetangga saya, kasihan dia orang tidak mampu. Sejak lahir kepalanya sudah besar," Ungkapnya

Selain M Kahfi Al Ghifari, kata Sakban, ada dua anak Zainal abidin lainnya yang juga alami polio atau lumpuh layu. kondisi itu semakin memberatkan kondisi keluarga korban.Dia berharap, ada sejumlah pihak yang bisa ikut prihatin dan memperhatikan kondisi tetangganya itu.

"Mereka juga berobat, tapi alakadarnya karena memang ekonomi mereka terbatas. Kita harap ada yang peduli karena mereka itu saudara kita," Sebutnya

Ustad Sakban mengaku, sudah ada kunjungan langsung dari Perwakilan Pemerintah Daerah yakni wakil Bupati Muratara H Devi Suhartoni ke kediaman M Kahfi Al Ghifari. Pemerintah berjanji akan membantu pengobatan mereka namun masih ada beberapa prosedur yang harus di lakukan.

Sementara itu, wakil Bupati Muratara H Devi Suhartoni menuturkan kondisi keluarga korban memang kesulitan biaya pengobatan akibat kemampuan ekonomi yang kurang. Dia menyimpulkan mayoritas pengidap sindrom Hidrosefalus diderita masyarakat yang ekonominya tidak mampu. Selain masalah virus, faktor penyebab sindrom itu bisa muncul akibat kurangnya asupan gizi dan vitamin saat anak dalam kandungan.

"Saya sudah kesana tadi pagi dan melihat langsung. Saya minta nanti kartu BPJS mereka di urus dulu dan ditanggung pemerintah. Itu mesti dioprasi karena ada pembengkakan dalam tempurung kepala," ujarnya.

lanjutnya, untuk mengantisipasi sindrom Hidrosefalus di wilayah Muratara, tiap Puskesmas perlu difasilitasi alat USG, dengan alat USG pihak medis bisa melakukan deteksi dini bayi di dalam kandungan. 

"Dengan alat ini doktor bisa menyarankan langkah sebelum lahiran. Seumpanya, dalam usia beberapa bulan saat USG ditemukan gejala dan bisa diantisifasi dengan beragam cara," ucapnya.

Wakil Bupati Muratara menegaskan, jika masyarakat tidak pernah melakukan USG, tentu saja langkah antisipasi awal itu sulit untuk dilakukan.

"Dokter lebih faham soal medis, jika diperlukan langkah ekstrim karena dianggap janin dalam kandungan sulit berkembang. Mungkin bisa di ambil langkah lainnya," tutupnya. (*)