Pihak RSUD Tanjabbar Meminta Maaf Atas Sikap Dokter Berinisial DN -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Pihak RSUD Tanjabbar Meminta Maaf Atas Sikap Dokter Berinisial DN

tuntas.co.id



TANJABBAR, TUNTAS.CO.ID - Kamis (12/3) puluhan wartawan dari berbagai media cetak maupun media  online mendatangi RSUD Daud Arif Kuala Tungkal, hal ini buntut ucapan oknum dokter yang berinisial DN menyinggung profesi wartawan. 

"Beberapa perwakilan aliansi wartawan Indonesia yang ada di Tanjab Barat sontak mengecam ocehan sang oknum dokter yang dinilai tidak wajar," kata Samsul, Ketua DPC Aliansi Wartawan Indonesia Tanjabbar.

Menurutnya ucapan DN tidaklah etis, karena dokter orang berpendidikan tinggi.

"Kita sangat menghargai etikat baik pihak RSUD dengan memediasi soal ini, tapi sangat tidak etis karena yang bersangkutan (oknum dokter DN-Red) tidak hadir, yang punya persoalan bukan RSUD nya tapi oknum dokternya," kata Samsul.

Sementara perwakilan PWI Tanjab Barat juga turut mengecam ocehan yang dilontarkan oknum dokter DN beberapa hari lalu.

"Ini kan sudah berkaitan dengan profesi, jadi oknum dokter DN harus minta maaf secara langsung kepada media," cetus nya. 

Perwakilan Aliansi SMSI Tanjab Barat juga menyayangkan sikap dan prilaku oknum dokter.
Sementara itu pihak RSUD Daud Arif melalui Kabid Pelayanan dr Hartati mengatakan pihak RSUD telah menyikapi soal perseteruan oknum dokter DN yang terjadi pada Senin lalu. 

"Kami sudah memanggil yang bersangkutan, termasuk juga keluarga pasien pada hari itu juga, kedua belah pihak hanya miskomunikasi saja baik dari oknum dokter DN, ataupun keluarga pasien," terangnya.

"Semua masukan dan permintaan rekan media kita tampung, secepatnya akan kita sampaikan pada pimpinan, demikian juga proses sanksi etik dan lainnya segera kita lakukan," pungkas dr Nani. 

Pihak RSUD juga akui kesalahan dari DN dalam menjalankan tugas pada hari itu.

"Dia ini kan baru tugas di sini, dan juga belum tau jika rekomendasi untuk pengambilan obat   rabies harus ada surat dari RSUD, kita pastikan hal seperti ini tidak akan terulang lagi, atas nama RSUD dan dokter DN kami minta maaf," ungkapnya.(Anto)