Gelar Reses, Juwanda Kumpulkan Kelompok Milenial -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Gelar Reses, Juwanda Kumpulkan Kelompok Milenial

tuntas.co.id


TUNTAS.CO.ID, Merangin - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi, Juwanda, Jumat (27/12) menggelar Reses, di Kabupaten Merangin.

Serap aspirasi masyarakat oleh Politisi PKB yang meraih suara terbanyak Dapil Merangin-Sarolangun ini dilakukan dengan berdialog santai bersama kelompok milenial, tokoh pemuda, di kota Bangko.

Sesuai dengan komisinya, anggota Komisi II DPRD Provinsi Jambi ini, banyak membahas peningkatan perekonomian dan sektor pertanian perkebunan hingga kehutanan menjadi bahasan utamanya.

Peserta reses yang juga datang dari kalangan aktivis lingkungan, petani dan instansi terkait ini berlangsung interaktif. Banyak pertanyaan serta masukan aspirasi untuk di perjuangkan Juwanda di tingkat Provinsi.

Juwanda mengatakan, persoalan di Kabupaten Merangin saat ini yang perlu menjadi perhatian serius diantaranya terkait dengan masalah kehutanan. Menurutnya, masalah hutan Merangin sangat besar.

"Masalah hutan di Merangin masih sangat besar. Kita bisa lihat kerusakan hutan TNKS di wilayah Lembah Masurai. Itu sudah habis. Pihak TNKS selalu beralasan kekurangan personil," ujar Juwanda.

Kemudian juga terkait hutan lanjut Juwanda. Hutan lindung yang menyangkut dengan perekonomian dan kehidupan masyarakat setempat, seperti di Desa Air Liki tidak bisa dibangun jalan hingga saat ini.

Sebab jalan yang akan di bangun melintasi hutan lindung. Harus melalui proses yang panjang untuk negosiasi ke pusat, agar pembangunan jalan ke desa terujung Merangin ini bisa terealisasi.

Begitupun persoalan rencana pembangunan jalan tembus dari Serampas ke Kerinci sepanjang 17 Km sebut Juwanda. Dimana harus melalui hutan TNKS, perlu izin dari pemerintah pusat.

Selanjutnya Juwanda membahas masalah potensi perekonomian masyarakat Merangin.
Dikatakan Juwanda, saat ini Kopi Merangin mulai memiliki nama di kancah Nasional. Ia tegaskan bagaimana kopi Merangin tidak bisa lagi diklaim daerah lain.

Ia katakan, Kabupaten Merangin potensi kopi sangat menjanjikan, ada beberapa kecamatan yang sangat cocok untuk bercocok tanam Kopi. Diantaranya Kecamatan Jangkat, Jangkat Timur, Lembah Mesurai dan beberapa kecamatan lainnya.

Kopi Merangin sudah banyak diproduksi, bahkan sudah ada yang mendapatkan penghargaan di jenjang Internasional. Seperti Kopi DJangkat Sungai Tenang, Kopi Jangkat, Kopi Serampas dan beberapa merk lainnya.

"Kopi asli Merangin sudah beberapa kali menjadi juara kontes tingkat Nasional. Baru baru ini seperti di Bandung kopi robusta asli Merangin menjadi yang terbaik. Kita minta pemerintah daerah perhatikan ini, agar prestasi seperti ini dapat ditingkatkan” jelasnya

Kemudian kopi hasil petani Merangin, tapi diklaim oleh daerah lain.

“Seperti di Lampung, kopi kita banyak dibeli oleh toke disana, sampai disana tidak lagi jadi kopi Merangin, ini jangan sampai terjadi lagi. Sangat disayangkan, pemerintah harus segera ambil sikap serius,” tambah Juwanda lagi.(may)