Lahan PT MAS Terbakar Hampir 1.000 Hektare, Inikah yang Membuat Langit Jambi Kelam ? -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Lahan PT MAS Terbakar Hampir 1.000 Hektare, Inikah yang Membuat Langit Jambi Kelam ?

tuntas.co.id


Kabut asap parah di Muaro Jambi belum lama ini | ist
JAMBI, TUNTAS.CO.ID - Kabut asap di Provinsi Jambi kembali terjadi, bahkan cukup parah sehingga Pemkot Jambi harus meliburkan siswa mulai 15 Oktober 2019.

Lalu siapa sebenarnya yang harus bertanggung jawab atas bencana kabut asap ini ?

Tuntas.co.id mencatat beberapa data yang sebelumnya diekspose oleh Polda Jambi kepada awak media.

Ada cukup banyak perusahaan yang lahannya terbakar, bahkan ada yang hampir mencapai 1.000 hektare.

Yakni PT MAS, luas lahan yang terbakar 972 hektare di Desa Sipin Teluk Duren, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi.

Sementara beberapa perusahaan lainnya yakni PT REKI luas lahan 35 hektare di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang Kabupaten Muaro Jambi.

PT BEP luas Lahan 30 hektare di Area Devis 5 blok E 8 Kumpeh Ilir, PT SMP Luas Lahan 106 hektare di Desa Puding, Kecamatan Kumpeh Ilir dengan status Lidik.
 
Kemudian  PT ATGA luas lahan 89 hektare di Desa Jatimulya dan Desa Catur Rahaya, Kecamatan  Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

PT PDI luas lahan 15 hektare lokasi di Desa Pematang Raman, Kecamatan Kumpe  Ilir, Kabupaten Muaro Jambi.

PT Pesona terbakar 15 hektare, lokasi Desa Betung, Kecamatan Kumpeh Ilir, Muaro Jambi.

PT PHL lahan terbakar 10 hektare lokasi Desa Londrang, Kecamatan Kumpe Kabupaten Muarojambi.

PT ABT luas lahan terbakar 140,5 hektare lokasi kejadian di RT 09 Desa Pemayung, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo.

PT PHK luas lahan 40 hektare lokasi Teluk Reda, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo.

PT SECONA luas lahan 40 hektare, Desa Teluk Reda, Kecamatan Tebo Ilir, Kebapaten Tebo.

Dan PT  DSSP luas lahan terbakar  45 hektare terbajar, di Desa Jatimulyo, Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Asap kebakaran dari lahan perusahaan inilah yang diduga menjadi penyebab kabut asap di Jambi. (*)