Warga Ini Berhasil Besarkan Usaha Minyak Atsiri -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Warga Ini Berhasil Besarkan Usaha Minyak Atsiri

tuntas.co.id



AMBON, TUNTAS.CO.ID -Mungkin awalnya tak pernah terpikirkan oleh Layapi, warga Kampung Keranjang Kota Ambon, usaha penyulingan minyak atsirinya (minyak kayu putih) bisa sebesar sekarang.

Dulu bahanb yang ia gunakan sebatas tanaman yang tumbuh di sekitar rumahnya dan dikerjakan sendiri, tentu saja hasilnya tak banyak terbilang.

Jalan Layapi untuk membesarkan usaha terbuka awal tahun ini, pria berusia lima puluh tahun ini mendapat sertipikat program PTSL dari Kantor Pertanahan Kota Ambon. Sertipikat yang diterimanya diagunkan untuk mendapat suntikan modal.

"Karunia besar ini, saya mendapatkan sertipikat, status tanah sekarang jelas dan bisa ambil modal untuk besarkan pembuatan minyak nilam, serai merah, cengkeh dan juga minyak kayu putih," ujar Layapi di rumah sederhananya di bilangan Teluk Ambon.

Pak Yap, begitu biasanya dia dipanggil, gunakan sertipikatnya untuk menambah modal usaha. Kini ia bisa mempekerjakan empat orang untuk mengumpulkan bahan baku, melakukan proses penyulingan hingga mengemas minyak atsiri produksinya. Selain itu, ia bersama beberapa warga kampung yang juga menjadi penyuling minyak Atsiri, dirikan Koperta Bunga Tani, untuk mempermudah akses modal dan juga pemasaran. "Sekarang bisa dapat 300 ribu rupiah sehari, pemasaran pun sudah sampai ke Kalimantan," ungkap Pak Yap.

Marulap Togatorop, Kepala Kantor Pertanahan Kota Ambon yang ditemui di Ambon menyampaikan bahwa Kampung Keranjang tempat tinggal Pak Yap dan juga Kampung Waringin Cap merupakan contoh reforma agraria di Kota Ambon.

"Setelah kami sertipikatkan melalui PTSL, beberapa bulan lalu kami laksanakan Sosialisasi Bantuan Modal Usaha Kegiatan Pemberdayaan Masyatakat Pasca Legalisasi Aset dengan menggandeng BRI, Bank Maluku, PT Angkasa Pura dan juga PT Pertamina, dengan harapan sertipikat yang telah diperoleh masyarakat dapat menjadi modal dan membawa kesejahteraan," pungkasnya. (WN/AF)