16 August 2019

Menteri Malaysia Kecam Zakir Naik, Serangan Terhadap Saudara China dan India Adalah Serangan Terhadap Seluruh Rakyat Malaysia



TUNTAS CO.ID - Keberadaan Ustaz Zakir Naik di Malaysia kini menuai kontroversi, hal ini didasarkan atas ucapannya di salah satu forum belum lama ini.

Zakir menuai kecaman terkait komentarnya yang membandingkan warga Hindu di Malaysia dengan warga muslim di India.

Dia mengatakan bahwa warga Hindu di Malaysia menikmati lebih dari 100 persen hak-hak dibandingkan warga muslim di India.

Dia juga menyebut bahwa warga Hindu di Malaysia lebih loyal kepada Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi daripada PM Malaysia Mahathir Mohamad.

Kemudian Zakir Naik kembali buat kontriversi dalam acara bincang-bincang agama,"Executive Talk bersama Dr Zakir Naik" di Kota Baru, Kelantan, pekan lalu.

Lihat postingan ini di Instagram

#srimulyani

Sebuah kiriman dibagikan oleh tuntas.co.id (@tuntas.co.id) pada

Saat itu Zakir ditanyai bagaimana tanggapannya atas seruan sejumlah pihak mengenai deportasi dirinya. Zakir merespons dengan menyerukan warga China Malaysia untuk pulang lebih dulu karena mereka adalah "tamu lama" di Malaysia.

"Kemudian, lebih banyak orang datang dan Malaysia menjadi Muslim sepenuhnya. Kemudian Anda mendapati warga China datang, warga India datang, warga Inggris datang. Mereka adalah tamu baru kita," ucap Zakir Naik dalam acara tersebut.

"Anda tahu seseorang menyebut saya tamu. Jadi saya katakan, sebelum saya, warga China adalah tamu. Mereka tidak lahir di sini. Jika Anda ingin tamu baru untuk pergi, maka minta tamu lama untuk pulang lebih dulu," imbuhnya.

"Warga China tidak lahir di sini, kebanyakan dari mereka. Mungkin generasi barunya, iya," sebut Zakir Naik.

"Jika Anda ingin tamu untuk pulang, dan tamu-tamu itu membawa perdamaian bagi masyarakat, mereka menjadi keuntungan bagi keluarga," ujarnya.

Pernyataan inilah yang dikecam publik Malaysia, bahkan para pejabat negara, tak terkecuali menteri fenomenal Malaysia, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman.

Ketika ditanya para wartawan apakah dirinya setuju dengan seruan untuk mendeportasi Zakir atas komentar-komentarnya yang rasis, Syed Saddiq menjawab "ya".

"Serangan terhadap saudara-saudari China dan India kita adalah serangan terhadap seluruh rakyat Malaysia. Sungguh konyol untuk berpikir bahwa sesama warga Malaysia saya adalah tamu saya," cetus menteri termuda di Malaysia itu, Kamis (15/8/2019).

"Mereka adalah keluarga saya, demi Tuhan. Cukup sudah!" Tegas dia.


Syed Saddiq menentang komentar Zakir tersebut. Kekuatan Malaysia kata dia adalah persatuan rakyatnya. "Jangan pertanyakan kesetiaan dan kebersamaan kita," cetusnya.

"Saya tahu banyak warga China dan India yang bersedia mati demi negara yang mereka cintai ini," pungkas dia. (*)

No comments:
Write comments