Bukit Gunung Besar Kalbar Terbakar, Satgas Dibantu Banser Padamkan Api hingga Malam

 

Anggota Banser Singkawang saat memadamkan api di Bukit Gunung Besar, Singkawang, Kalbar, Rabu (21/8/2019)

SINGKAWANG, TUNTAS.CO.ID -  Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Singkawang Selatan bersama Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Singkawang, Kalimantan Barat bahu-membahu memadamkan kebakaran hutan. Kali ini terjaditerja Bukit Gunung Besar, Kelurahan Sedau, Singkawang, Rabu (21/8/2019) malam.

Komandan Koramil (Danramil) 1202-16/Sedau, Kapten Inf Witana mengatakan, kebakaran hutan diketahui saat anggotanya melakukan patroli.

"Saat patroli kami menemukan titik api. Ada satu titik di Bukit Gunung Besar," katanya.

Belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran. Lokasi kebakaran jauh dari pemukiman warga.

Terkait hal ini Satkorcab Banser Kota Singkawang membuka Posko Karhutla guna membantu aparat dan masyarakat dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Mengingat potensi karhutla yang masih tinggi, apalagi saat ini tengah musim kemarau, maka kami membuka posko ini untuk membantu aparat dan masyarakat dalam penanggulangan karhutla," kata Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Singkawang, Ahmad Dahlan.

Pendirian posko, terang Ahmad, sesuai instruksi Satkorwil Banser Kalbar. Posko didirikan sampai dengan tidak adanya lagi potensi kebakaran hutan dan lahan.

Sementara dari Melawi, dilaporkan Satgas Gabungan Karhutla setempat berjuang memadamkan api di dua lokasi di lahan milik PT Rafi Kama Jaya Abadi (RKJA), Selasa (20/8). Polisi masih menyelidiki penyebabnya, unsur kesengajaan atau kelalaian perusahaan.

Kedua lokasi di lahan gambut Lahan Planing Plasma PT tahun tanam 2010-2013. Tepatnya di Blok J3, J2, Blok G1, K1, K2 wilayah Dusun Tapang Ria, Desa Tengkajau, Kecamatan Pinoh Utara. Satunya lagi di Dusun Kancing, Desa Sepan Tonak, Kecamatan Belimbing.

Satgas gabungan terdiri dari Polres Melawi, Koramil Nanga Pinoh, Manggala Agni Sintang, dan 50 perwakilan perusahaan berjuang bersama melawan api di lahan gambut. Kebakaran yang lumayan lama menghabiskan areal seluas 60 hektar itu berhasil dipadamkan pukul 21.00 WIB.
Menurut Kapolres Melawi AKBP Ahmad Fadlin melalui Kabag Ops AKP Dedy Siregar, PT RKJA sudah beberapa tahun lalu vakum. Entah bagaimana lahannya bisa terbakar.

“Ini harus kami selidiki lebih lanjut. Apakah ini ada unsur kesengajaan atau kelalaian dan sebagainya dari pihak perusahaan. Kita akan tindak tegas. Intinya dicari dulu penyebab pasti kebakarannya. Kita bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),” ungkapnya.

Satgas Gabungan melakukan penyekatan blok yang terbakar mengunakan excavator agar api tidak merambat ke tempat lain. “Semua upaya telah dilakukan. Semua sumber air terdekat dengan lokasi sudah kering disedot untuk menyirami lahan terbakar,” kata Dedy.

Asap gambut berbeda dengan bahan lainnya, terasa menyakitkan mata dan pernafasan sehingga sangat mengganggu kesehatan Tim Satgas. Walaupun sudah melindungi mata dan hidung dengan masker.

“Ancaman yang paling terasa adalah ekosistem flora dan fauna yang ada saat ini kedepannya tidak ada lagi,” jelasnya.

Dalam proses pemadaman, Satgas menggunakan mesin pompa Robin 6 unit, peralatan Manggala Agni 3 unit, Excavator 1 unit, mobil tanki 2 unit dan mesin Robin Polres Melawi 1 unit.

“Kami ingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat, perorangan ataupun korporasi, jangan pernah sengaja membakar lahan. Jika terbukti, siap-siap dijerat sanksi pidana berat,” ujar Dedy. (ari)

No comments:
Write comments