Ahok Membuat Aplikasi Jangkau, Media untuk Menyalurkan Bantuan -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Ahok Membuat Aplikasi Jangkau, Media untuk Menyalurkan Bantuan

tuntas.co.id



JAKARTA, TUNTAS.CO.ID - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok merilis video terbaru, dalam video itu ia akan meluncurkan aplikasi bernama Jangkau.

Aplikasi ini menjadi media untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan.

Ide membuat aplikasi ini muncul saat saat ia menjalani masa hukuman di Mako Brimob.

"Yang ditanya karyanya apa. Waktu di tahanan saya berpikir, di tahanan pun masih banyak orang minta bantuan. Mau ijazah nyangkut, mau kursi roda. Lu kira gue pohon duit di belakang rumah yang tinggal goyang-goyang jatuh tuh duit?" kelakarnya dalam video tersebut.

 Melihat banyak yang meminta bantuan, ia berpikir tak akan dapat mengabulkan semua permohonan bantuan warga tersebut meskipun ia bekerja di sebuah perusahaan dengan gaji besar.

Padahal yang membuatnya beralih dari dunia bisnis ke dunia politik saat itu adalah keinginannya agar memiliki akses yang luas untuk membantu masyarakat.

Karena sekarang tidak lagi di dunia politik, ia membuat aplikasi Jangkau, agar orang-orang yang ingin membantu bisa lewat aplikasi itu.

"Aplikasi ini akan di-launching pada tanggal 1 Agustus 2019," katanya.

Dengan aplikasi ini, siapa pun yang memiliki barang atau apa pun untuk disumbangkan dapat bertemu langsung dengan warga yang membutuhkan.

Karier Ahok Kedepan

Sejak keluar dari tahanan beberapa bulan lalu, teka teki Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok akan memilih jalur politik atau swasta belum terjawab.

Kini Ahok masih menjalani kebahagiaan bersama istri keduanya Puput Nastiti Devi, ia tampak mengisi waktu dengan kunjungan ke tempat kerabat dan liburan.

Apakah Ahok belum menentukan langkah untuk ke swasta atau politik, dalam video yang ia unggah di akun media sosial pribadinya, Ahok menyebut sudah banyak sekali tawaran, terutama dari kalangan swasta.

Sebagian besar memintanya untuk bergabung di perusahan dan membesarkan perusahaan.

Ada banyak sekali tawaran berupa saham kosong di perusahaan, bahkan untuk mau bergabung, rekannya di swasta menghadiahkan banyak mobil hingga garasi rumahnya penuh agar Ahok mau bergabung di perusahaan.

"Hingga garasi mobil saya penuh akibat kiriman tersebut," kata Ahok. (*)