14 January 2019

Dapat Informasi Hoaks Soal Impor Cabai, Petani Minta Maaf Soal Lempar Cabai ke Jalan


Perwakilan petani saat memberi keterangan pers 
TUNTAS.CO.ID, Demak - Petani cabai Desa Jeruk Gulung Kecamatan Dempet meminta maaf kepada pemerintah atas aksi membuang cabai di jalan yang digelar beberapa hari lalu. 

Para petani mengklarifikasi bahwa mereka mendapatkan informasi yang salah atau hoaks soal pemerintah impor cabai, sehingga harga di tingkat petani mirah, padahal sejak 2016 tidak ada lagi impor cabai.

“Kami mohon maaf kepada Pemerintah dan seluruh ummat, atas insiden kejadian kemarin, saat di antara kami khilaf membuang cabai di jalan. Sungguh kejadian tersebut karena spontanitas, dan kami menyadari perbuatan tersebut tidak etis dan justru membuat kami menjadi malu,” kata Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki, Sugiyono yang mewakili petani cabai Desa Jerukgulung Kecamatan Dempet, Minggu (13/1/2019).

“Kami memohon maaf juga, meralat dan koreksi, kemarin ada pernyataan ada impor padahal sebenarnya sejak 2016 sampai sekarang tidak ada impor cabai segar,” tukasnya.

Padahal, tegas Sugiyono, perhatian dan bantuan pemerintah pusat melalui Kementan untuk petani cabai sangat luar biasa. Menteri Pertanian Andi Amran sudah membantu menyelesaikan masalah di lapangan selalu sangat cepat. Dan bantuan berdasarkan usulan petani selalu dikabulkan.

Petani juga berterimakasih karena Cabai Merah Keriting dari petani Desa Jerukgulung Kecamatan Dempet sudah dibeli dengan harga Rp18.000 per kilogram.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian Andi Amran, Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Demak. Sungguh diluar dugaan kami sebelumnya,” jelas dia. (**)

Sumber: demakhariini.com

No comments:
Write comments