(OPINI) Pesta Demokrasi Damai Wujudkan Pemilu Berkualitas 2019

 

Habibi
PEMILU kerap disebut pesta demokrasi. Maka, lazimnya sebuah pesta, Pemilu juga harus dilaksanakan meriah. Dalam suasana suka cita, canda tawa dan riang gembira. Dengan kata lain, Pemilu terselenggara dalam kondisi sejuk dan ramah, bukan panas amarah dan fitnah.

Untuk mewujudkan Pemilu ramah, pasal 280 UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu sudah memberi batasan terkait larangan dalam Pemilu. Apabila rambu-rambu ini dilanggar dapat menjadi sebab hilangnya aspek keramahan. Selain menimbulkan akibat hukum yang diancam sanksi pidana.

Pemilihan umum damai merupakan keinginan semua pihak. Pada setiap pemilu kita berharap pesta demokrasi dapat terselenggara secara damai, aman, tentram, dan menyenangkan. 

Pemilu sebagai instrumen demokrasi dan upaya membangun perubahan kondisi bangsa yang lebih baik menjadi penting maknanya bagi bangsa Indonesia yang masih berada dalam kondisi memprihatinkan kini. Penting bagi momentum perubahan dan harapan masa depan. Suatu kewajaran bagi setiap warga negara dalam mengambil peran masing-masing untuk menyukseskan agenda dimaksud.

Keamanan dan ketertiban masyarakat selama proses Pemilu 2019 nantinya bisa berjalan tertib dan lancar.

Untuk menciptakan situasi tersebut, koordinasi antarlembaga yang terlibat dalam penyelenggaraan dan pengamanan Pemilu mutlak diperlukan.

Pemilihan Umum 17 April 2019 nanti,  Harapannya Pemilu 2019 ini dapat berjalan dengan lancar dan kita bisa melakukan koordinasi dengan baik antara penyelenggara Pemilu, TNI, Polri dan mitra kerja lainnya.

Selain itu masyarakat juga agar ber-tabayyun terhadap segala informasi yang beredar guna membantu menciptakan suasana yang damai saat pesta demokrasi lima tahunan tersebut berlangsung.

Masyarakat harus teliti dan cerdas Jangan mudah terhasut oleh informasi hoaks, tidak jelas dan sebagainya, sehinggap Masyarakat juga mampu mewujudkan kedamaian Pemilu demi terwujudnya pemilu berkualitas 2019. 

Penulis: Habibi 

Tidak ada komentar:
Write comments