Keberanian Indonesia Menahan Kapal Pesiar Dipuji, Otoritas Malaysia Dinilai Gagal -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Keberanian Indonesia Menahan Kapal Pesiar Dipuji, Otoritas Malaysia Dinilai Gagal

tuntas.co.id


Kapal pesiar milik Jho Low ditahan di Bali/istimewa 
TUNTAS.CO.ID, Bali - Aksi otoritas Indonesia yang menahan kapal pesiar milik pengusaha Malaysia di Bali, mendapat sorotan luas di luar negeri.

Terutama sorotan dari Malaysia, politikus oposisi Malaysia Azmin Ali mengomentari penyitaan kapal pesiar mewah milik miliarder muda Malaysia, Jho Low atau Low Taek Jho ini. 

Otoritas Indonesia disebut telah bertindak berani dengan penyitaan yacht senilai Rp 3,5 triliun itu.

Azmin Ali menyebut penyitaan itu sebagai terobosan penting dalam penyelidikan atas skandal korupsi, yang melibatkan badan investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

"Kegagalan otoritas Malaysia untuk bertindak demi keadilan sangat kontras dengan tindakan berani oleh otoritas Indonesia ini yang bekerja sama dengan Departemen Kehakiman AS," ujar Azmin dikutip dari AFP, Kamis (1/3/2018).

Sebelumnya kepolisian Indonesia menahan kapal pesiar di Bali. Kasubdit Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri, Kombes Jamaludin, menyampaikan, bahwa kapal ini berisi 34 orang kru dan memasuki perairan Bali mulai dari bulan November 2017.

"Kita baru dua minggu kemarin memantau kapal ini, tetapi masuk perairan Bali baru bulan November. Dari pengadilan California (Amerika Serikat), kapal ini hasil tindak pidana kejahatan pencucian uang," katanya.

Jho Low berada di bawah bidikan polisi lantaran dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi bernilai US$ 4,5 miliar yang melibatkan badan dana investasi Malaysia, 1MDB. Hingga kini keberadaan miliarder muda tersebut belum diketahui. (**)

Reporter : Pahlefi