Masyarakat Catalan Ingin Merdeka, Sejarahnya Sejak Zaman Kerajaan -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Masyarakat Catalan Ingin Merdeka, Sejarahnya Sejak Zaman Kerajaan

tuntas.co.id

Masyarakat Catalan

TUNTAS.CO.ID - Catalonia dulunya adalah wilayah bebas di Semenanjung Iberia, kawasan antara Spanyol dan Portugal, yang memiliki bahasa, hukum, dan tradisi sendiri.

Pemerintah Catalan pekan ini menyatakan referendum Ahad lalu menunjukkan 90 persen pilihan ingin merdeka dari Spanyol. Presiden Catalan Carles Puigdemont menyatakan Catalonia akan mendeklarasikan kemerdekaan dari Spanyol akhir pekan ini atau awal pekan depan. 

Puigdemont beralasan Catalonia punya hak moral, budaya, ekonomi untuk menentukan nasib sendiri. 

Catalonia adalah salah satu kawasan paling kaya dan produktif di Spanyol dengan ibu kota Barcelona yang dihuni 7,5 juta jiwa penduduk. 

Sejarah

Pernikahan Ratu Petronilia dengan bangsawan Barcelona Ramon Berenguer IV pada 1150 membuat pasangan itu membangun dinasti dan mewariskan wilayah kuasa mereka di Aragon dan Catalonia untuk putra mereka.

Pada Perang Saudara di masa kepemimpinan Raja Philip V, Valencia akhirnya takluk pada 1707 lalu Catalonia menempelkan pada 1714. Peristiwa itu era era modern Spanyol. 

Raja berkuasa ingin menerapkan bahasa dan hukum di daerah itu tapi akhirnya mereka menyerah dan petunjuk Generalitat atau pemerintahan otonomi Catalan. 

Jenderal Fransico Franco kemudian mengalahkan pemberontakan kaum separatis pada Perang Ebro di tahun 1938 dan menguasai wilayah itu. Para peserta itu 3.500 orang mati dan ribuan lainnya mengungsi ke pengasingan. 

Catalonia lalu kembali mendapatkan hak otonomi pada 1977 ketika Spanyol mulai menjalankan demokrasi sepeninggal Franco yang mangkat pada 1975. 

Keinginan merdeka

suara-suara yang menyerukan merdeka secara penuh mulai gencar pada Juli 2010 ketika Mahkamah Konstitusi di Madrid menolak perjanjian otonomi 2006 dan menyatakan tidak ada tempat hukum untuk mengimbangi Catalonia sebagai negara di dalam Spanyol, seperti dikutip dari laman the Telegraph, Rabu (4/10). 

Krisis ekonomi di Spanyol kian buat Catalan ingin merdeka, terlebih Barcelona adalah wilayah kaya yang menjadi pusat industri, kekuatan maritim, perdagangan, tekstil serta keuangan dan perusahaan teknologi, di belakang kawasan lain di Spanyol yang miskin. 

Catalan beralasan mereka berhak merdeka dari Spanyol karena apa yang mereka beri kepada pemerintah pusat tidak sepadan dengan apa yang mereka dapat. Produk Domestik Bruto Catalonia mencakup 19 persen dari PDB Spanyol. 

Partai konservatif Populer yang mengusung Perdana Menteri Mariano Rajoy hanya partai tertinggi di Catalonia dan menolak keras kemerdekaan. 

Presiden Catalonia Carles Puigdemont didukung oleh koalisi nasionalis dari partai CDC dan sayap kiri Esquerra Republicana de Catalunya (ERC) dan kaum sayap kiri radikal Partai CUP yang menguasai kursi di di Francisco. 

Pada bulan September 2017 suara suara ini diadakan referendum kemerdekaan Catalonia meski Mahkamah Konstitusi dianggapnya ilegal. 

Pada 2014 lalu Catalonia juga menggelar referendum simbolis yang menyatakan 80 persen pilihannya ingin merdeka. (sumber merdeka.com)