Proyek Provinsi, Pembangunan Jalan Setapak Beton Tidak Ada Papan Nama dan Nilai Anggaran -->
Cari Berita


GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Proyek Provinsi, Pembangunan Jalan Setapak Beton Tidak Ada Papan Nama dan Nilai Anggaran

tuntas.co.id

Proyek Provinsi, Pembangunan Jalan Setapak Beton Tidak Ada Papan Nama dan Nilai Anggaran
Ist


TUNTAS.CO.ID_TANJAB BARAT - Pekerjaan proyek pembangunan jalan setapak beton di lokasi RT 01 (dekat pemakaman,Red) berada di Desa Tanjung Senjulang Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi menjadi sorotan sejumlah pihak.


Pasalnya, kegiatan pekerjaan proyek jalan setapak beton yang sedang dikerjakan berjalan hampir satu bulan ini diduga tanpa plang papan nama proyek. Sehingga volume Panjang jalan tersebut dan anggaran nilai proyek pekerjaan tersebut tidak diketahui.


Dari pantauan awak media, dilokasi, selain proyek tidak memiliki plang papan nama, juga tidak ditemukan adanya aktivitas pekerja dan pengawas PU dan consultants. Hanya terlihat sejumlah tumpukan material bahan proyek, yakni besi yang terlihat sudah berkarat dan tumpukan batu didalam karung serta molen cor yang terparkir di pinggir jalan lokasi proyek, Senin (4/7/22) Kemarin. 


Saat ini pekerjaan baru sebatas pembuatan turap dan penimbunan tanah hitam disisi badan jalan.


Terkait tidak adanya papan nama proyek dilokasi tersebut. Ini dugaan rekanan sengaja tidak memasang plang papan nama kegiatan agar tidak termonitor dari sejumlah pihak.


Diketahui proyek tersebut milik dinas PUPR provinsi Jambi, hal itu bedasarkan hasil keterangan mantan kepala desa Tanjung senjulang yang inisial (HI) ,Saat awak media mengkomfirmasi di tempat kediamannya.


Inisial (HI) mengatakan, Anggaran kegiatan pekerjaan tersebut dari Provinsi Jambi dan ia juga mengaku kegiatan tersebut atas usulannya ketika dia menjabat kades Tanjung Senjulang pada saat itu.


"Saya yang mengusulkan kegiatan itu, baru tahun ini terealisasi," katanya.


Dia juga menjelaskan pekerjaan dilaksanakan oleh masyarakat sekitar, namun anehnya ketika disinggung proyek, apakah swakelola, ia mengaku tidak mengetahui.


Ia juga mengakui pihak pengawas dari dinas PUPR Provinsi dan konsultan jarang turun kelokasi.


Sayangnya pihak dinas PUPR provinsi dan konsultan belum berhasil dikonfirmasi terkait hal ini. (Anto)