Periuk Nasi Kami Sopir dan Masyarakat Nibung Terancam Hilang -->
Cari Berita


GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Periuk Nasi Kami Sopir dan Masyarakat Nibung Terancam Hilang

tuntas.co.id

Periuk Nasi Kami Sopir dan Masyarakat Nibung Terancam Hilang
Ilustrasi 



TUNTAS.CO.ID_ MURATARA - Berdasarkan isu yang berkembang saat ini di kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), akan di tutupnya kegiatan hauling Batu Bara dari Tri Aryani ke stockfile Simpang Nibung.


Hal itu atas desakan dari beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muratara maupun dari DPRD Provinsi Sumatera Selatan. 


Para anggota dewan yang mendesak penutupan Hauling Batu Bara diantaranya ialah Andika Saputra dan I Wayan Kocap sebagai anggota DPRD Muratara, serta Toyeb Rakembang dan Hasbi Asadiki dari anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan.


Tentunya terdapat sisi negatif dan akan menimbulkan polemik dengan masyarakat. Sebab desakan mereka tidak pro rakyat serta mengancam hilangnya mata pecaharian para sopir yang seyogyanya putra asli Muratara.


Udik, Selaku koordinator para sopir dan putra daerah Nibung saat ditemui awak media pada hari Senin (25/07/2022) menyampaikan bahwa masyarakat Nibung yang mencari nafkah di kegiatan hauling Batu Bara terkena imbas dari desakan para Dewan tersebut. 


Serta memiliki hasrat untuk bertemu langsung dengan dewan yang terhormat agar menjelaskan isu ini kepada kami secara langsung di Nibung.


 "Saya perwakilan sopir putra daerah Nibung kami sangat ingin mengundang bapak dewan terhormat untuk berdialog dengan kami di Nibung, tolong jelaskan dari menutup kegiatan kami. Karena kami sangat bergantung mencari nafkah di sini." kata Udik.


Udik juga menambahkan jika kegiatan Hauling ini ditutup sanggupkah para wakil rakyat itu mengganti mata pencaharian kami dan memberi nafkah anak istri kami.


Pihaknya menyatakan, kepada DPRD Muratara, Wayan Kocap, Andika Saputra dan DPRD Provinsi, Hasbi Asadiki, dan Toyeb Rakembang. Misal kegiatan di tutup. Apakah sanggup menyediakan lapangan kerja bagi 400 unit armada hauling.


Selanjutnya, apakah sanggup memperbaiki jalan mulai dari rompok danau sampai denga Simpang nibung.


Kemudian, Apakah sanggup memenuhi kebutuhan anak istri para supir dan Apakah mampu membayarkan kredit mobil yg ditanggung para supir.


"Ingat pak Dewan kami ini masyarakat yang juga harus kalian perjuangkan," cetus Udik.


Salah satu sopir yang tidak mau disebutkan namanya membeberkan kepada awak media akan menunggu pak Wayan Kocap dan Pak Andika di Simpang Nibung untuk berdialog.


"Apabila tidak mau, maka kami akan mendatangi gedung DPRD Muratara dan menghadap Bupati Muratara dengam membawa unit yang ada untuk meminta kepastian nasib para sopir dan pekerja apabila kegiatan ini ditutup," tegasnya. (3d)