Ketua Komisi II DPRD Tanjabbar, Sufrayogi Syaiful jadi pemateri dalam Kuliah Umum Ilmu Politik Unja -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Ketua Komisi II DPRD Tanjabbar, Sufrayogi Syaiful jadi pemateri dalam Kuliah Umum Ilmu Politik Unja

tuntas.co.id

Ketua Komisi II DPRD Tanjabbar, Sufrayogi Syaiful jadi pemateri dalam Kuliah Umum Ilmu Politik Unja
Ist


TUNTAS.CO.ID_TANJABBAR - Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Sufrayogi Syaiful menjadi pemateri dalam kuliah umum Prodi Ilmu Politik Universitas Jambi dalam rangka mendukung upaya menciptakan lulusan yang memiliki daya saing dalam dunia pekerjaan dengan tema Persaingan Global, Politik dan Fresh Graduate, Kamis (2/6/2022).


Kuliah umum yang digelar di Aula lantai II Jurusan Ilmu Pemerintahan dan Politik (Jisipol) dibuka langsung oleh Ketua Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dr Arfa’i., S.H. M.H serta Ketua Program Studi Ilmu Politik, Moh. Arief Rakhman, S.IP., M.I.Pol dan dipandu Moderator Dori Efendi, Ph.d dan diikuti oleh mahasiswa Jisipol baik secara langsung maupun melalui zoom.


Selaku Moderator, Dori menjelaskan mahasiswa Jisipol harus mampu menganalisi situasi perpolitikan yang sedang memanas, Utamanya, perang yang sedang terjadi di Ukraina.


“Perang antara Ukraina dan Rusia diawali dengan perang kepentingan yang tidak terelakkan lagi, motif utamanya tentu ekonomi,” ungkapnya.


Sedangkan Yogi Dalam paparannya menjelaskan bahwa konflik di antara Ukraina dan Rusia memberikan pengaruh kepada Indonesia.


“Pengaruhnya cukup besar terhadap situasi Indonesia, terutama dalam masalah ekonomi dan politik, ini bisa dilihat dari proses akan dilaksanakannya pertemuan G20 di Indonesia,” katanya.


Sebagai mahasiswa Jisipol kata Yogi penguasaan terhadap analisis politik dan teknologi menjadi suatu keharusan yang harus dimiliki.


“Kita harus bisa beradaptasi dengan perubahan dunia yang semakin cepat, terlebih dalam penguasaan teknologi,” jelasnya.


Diharapkan dalam kegiatan ini, mahasiswa Jisipol dapat lebih peka mengenai isu politik global dan dapat memiliki daya saing dalam skala global.


“Di era sekarang, persaingan menjadi hal yang tidak bisa dihindari, untuk itu Mahasiswa Jisipol harus dapat beradaptasi dan peka terhadap isu-isu politik yang ada,” tambahnya.


Jika hal itu dimiliki, maka setelah lulus nanti, mahasiswa Jisipol dapat bersaing dalam dunia kerja yang semakin sulit.


Para mahasiswa sendiri tampak antusias mengikuti kuliah umum dan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada narasumber. (*)