Didampingi Ustad Kondang Derry Sulaiman, Wali Kota Padang Serahkan Bantuan Korban Gempa Pasaman -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Didampingi Ustad Kondang Derry Sulaiman, Wali Kota Padang Serahkan Bantuan Korban Gempa Pasaman

tuntas.co.id

Didampingi Ustad Kondang Derry Sulaiman, Wali Kota Padang Serahkan Bantuan Korban Gempa Pasaman
Proses penyerahan bantuan oleh Wali Kota Padang kepada Bupati Pasaman. (Poto/Ij)

TUNTAS.CO.ID_SUMBAR - Sebagai sesama daerah di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Kota Padang ikut merasakan kedukaan dan melihatkan kepeduliannya bagi masyarakat korban bencana gempa bumi di Kabupaten Pasaman Barat dan Pasaman yang terjadi pada 25 Februari 2022 lalu.


Atas nama Pemerintah Kota (Pemko) dan mewakili warga Kota Padang, kali ini Wali Kota Padang Hendri Septa menyerahkan langsung bantuan untuk korban gempa di Kabupaten Pasaman yang diterima oleh Bupati Pasaman Benny Utama di Kantor Camat Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Kamis (3/3/2022).


Bantuan yang diserahkan diantaranya adalah 2 Ton beras plus uang tunai sebesar Rp10 juta dari Baznas Kota Padang serta peralatan tidur oleh Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kota Padang dan lainnya.


Selain menyerahkan bantuan, Wako Hendri Septa juga meninjau ke tenda-tenda pengungsian dan dapur umum yang didirikan oleh Pemerintah Kota Padang. 


Hadir mendampingi Hendri diantaranya Pj Sekda Fitriati beserta para Asisten dan sejumlah pimpinan OPD terkait, serta para relawan. Selain itu ikut juga terlibat dalam rombongan ustaz kondang Derry Sulaiman bersama rombongan.


"Alhamdulillah, bantuan yang kita salurkan ini adalah donasi masyarakat Kota Padang sebagai 'sitawa sidingin' bagi saudara-saudara kita korban gempa di Kabupaten Pasaman," imbuh Wako Padang itu seraya mendoakan.


"Kita ikut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa Kabupatan Pasaman Barat dan Pasaman ini. Insya Allah, semoga musibah tersebut segera berlalu, kita bisa bangkit dan terhindar dari segala bencana ke depan," sambungnya.


Hendri juga menyebutkan, bantuan kali ini adalah bantuan lanjutan dari Kota Padang dimana sebelumnya pada 26 Februari 2022 lalu telah mengirimkan bantuan untuk korban gempa Pasaman Barat berupa beras sebanyak 500 kg, disertai sejumlah makanan instan, pakaian dan kasur termasuk tenda pengungsian. Personil BPBD Kota Padang dan para relawan juga telah dikerahkan untuk membantu evakuasi warga disana. 


"Sementara pada Selasa lalu (1/3/2022), Baznas Kota Padang juga telah menyalurkan bantuan bagi korban bencana gempa Pasaman Barat dan Pasaman senilai Rp45 juta," terangnya.


Pihaknya telah mendirikan dua posko peduli bencana gempa Pasaman Barat dan Pasaman di Palanta Kediaman Resminya dan di Kantor Dinas Sosial Kota Padang. 


"Maka itu bagi masyarakat kita di Kota Padang yang ingin memberikan bantuan untuk korban gempa Pasaman Barat dan Pasaman silahkan salurkan bantuannya ke posko di Palanta atau ke Kantor Dinas Sosial Kota Padang. Mari kita bersama-sama saling membantu terhadap dunsanak kita yang tertimpa musibah di sana," kata Wali Kota milenial itu.


Sementara itu, pada saat yang sama Bupati Pasaman Benny Utama berterimakasih atas kepedulian Pemko dan warga Kota Padang bagi korban gempa Pasaman. Bantuan ini nantinya akan disalurkan untuk membantu warga yang terdampak bencana gempa.


"Terikamasih banyak kami ucapkan pada Bapak Wali Kota Padang Hendri Septa yang sudah datang langsung mengantarkan bantuan ke sini. Semoga kebersamaan ini dapat membantu memulihkan kondisi warga kami dengan cepat," tutur Bupati.


"Apa saja bantuan yang kita terima tentu sangat berarti bagi Kabupaten Pasaman khususnya. Apalagi penanganan dan pemulihan pasca bencana gempa ini butuh waktu yang panjang dan memerlukan biaya yang besar," tambahnya.


Seperti diketahui, terkait gempa magnitudo dengan 6,1 skala richter yang mengguncang Kabupaten Pasaman Barat dan Pasaman, dari data terakhir tercatat bencana ini telah menelan 11 korban jiwa dan ratusan orang luka-luka.


Bencana ini juga menyebabkan sebanyak 6.000 lebih warga mengungsi dari rumah, ratusan unit rumah warga rusak, baik rusak berat, sedang dan ringan. Infrastruktur pemerintah serta fasilitas umum lainnya seperti sekolah dan rumah ibadah juga mengalami kerusakan. (Ij)