Tanggapi Pemberitaan Kasubag Humas DPRD Muarojambi Tantang Wartawan, Achmadi Anom : Pihak Media Harus Berani Menjelaskan ke Publik -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Tanggapi Pemberitaan Kasubag Humas DPRD Muarojambi Tantang Wartawan, Achmadi Anom : Pihak Media Harus Berani Menjelaskan ke Publik

tuntas.co.id

Tanggapi Pemberitaan Kasubag Humas DPRD Muarojambi Tantang Wartawan, Achmadi Anom : Pihak Media Harus Berani Menjelaskan ke Publik
Kantor DPRD Muaro Jambi. (Poto/Ist)


TUNTAS.CO.ID_MUARO JAMBI - Ketua LSM Bidik Indonesia, Achmadi Anom tanggapi pemberitaan tentang Kasubag Humas DPRD Muaro Jambi tanggal 12 Desember 2021 lalu. 


Achmadi Anom menyebutkan, seharusnya awak redaksi harus transfaran mengapa terjadi hal seperti itu bukan hanya isi WA kasubag Humas saja yang dinaikkan tapi apa yang ditanyakan oleh media kepada kasubag Humas juga harus ditampilkan sehingga pembaca tidak bertanya-tanya apa tujuan dari pemberitaan tersebut.


"Bahasa WA Kasubag DPRD Muaro Jambi yang berbunyi ''Kau ni cubo janganlah ngirim yang dak enak ke aku Apo kendak kau ni" yang di WA ini kan bukan bahasa menantang tapi bahasa yang mempertanyakan ke media tersebut mengapa berita miring tersebut harus dikirimkan kepada dirinya. Bahasa Media yang bertanya tidak ditampilkan dalam pemberitaan. Bahasa "Ganggu ketenangan Orang Terus," jelas Achmadi pada Selasa (14/12/2021).


"Kenapa bahasa ini harus di keluarkan, pihak media harus berani menjelaskan ke publik agar tidak ada pemberitaan yang membuat pembaca bertanya-tanya atau tidak ada yang terzolimi dalam pemberitaan tersebut," tambahnya. 


Achmadi mengungkapkan bahwa Bahasa Menantang dan Bahasa Bupati Berang itu menjadi pertanyaan kami selaku pembaca karena tidak ada sedikitpun Bupati mengungkapkan perkataan yang menyudutkan bawahan atau perkataan Bupati yang kasar terhadap bawahan. 


"Sebagai pembaca yang baik kami ingin Media yang sudah mengeluarkan berita untuk lebih akurat menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi dan Kasubag DPRD punya hak untuk memberikan Surat Sanggahan ke Dewan Pers terhadap berita yang telah beredar," ungkapnya.


(Zar)