42 ASN dan TKS Terjaring Razia Kedisiplinan, Awas! Januari Evaluasi, Terbukti Tidak Disiplin dan Etos Kerja Rendah, Go Out!!! -->
Cari Berita

GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

42 ASN dan TKS Terjaring Razia Kedisiplinan, Awas! Januari Evaluasi, Terbukti Tidak Disiplin dan Etos Kerja Rendah, Go Out!!!

tuntas.co.id

42 ASN dan TKS Terjaring Razia Kedisiplinan, Awas! Januari Evaluasi, Terbukti Tidak Disiplin dan Etos Kerja Rendah, Go Out!!!
Wabup A Saat Interogasi TKS yang terlambat masuk jam kerja (Poto/A4)


TUNTAS.CO.ID_MURATARA - Wakil Bupati A Inayatullah pimpin langsung Razia disiplin ASN, dan TKS dilingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Kamis (9/12/2021).


Puluhan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan anggota Dinas Perhubungan (Dishub) dikerahkan untuk melakukan penyetopan bagi ASN dan TKS yang datang tidak sesuai jam kerja.


Lokasi titik Razianya, dijalan lintas Sumatera, dekat SPBU Muara Rupit. Sebanyak 42 ASN dan TKS yang tercatat terjaring razia disiplin ini.


Wakil Bupati A Inayatullah mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya agar para ASN dan TKS dilingkungan Pemerintah Kabupaten Muratara meningkatkan konsistensi kedisiplinan dan etos kerja yang baik.


42 ASN dan TKS Terjaring Razia Kedisiplinan, Awas! Januari Evaluasi, Terbukti Tidak Disiplin dan Etos Kerja Rendah, Go Out!!!
Wabup A Inayatullah saat interogasi salah satu ASN yang terlambat jam kerja. (Poto/A2)


"Sebanyak 42 ASN dan TKS yang terjaring, mereka datang terlambat masuk jam kerja," kata Wabup Inayatullah.


Pihaknya akan melakukan kroscek kepada para ASN dan TKS yang terjaring, untuk dilakukan pembinaan hingga sanksi jika terbukti melakukan berbagai kesalahan terkait kedisiplinan dan rendahnya etos kerja.


"Mereka (42 ASN dan TKS) kita catat dan dilakukan pembinaan," tegas Wabup.


"Kedisiplinan dan etos kerja harus ditingkatkan, Masuk dan pulang kerja harus sesuai jadwal. Nanti Januari kita evaluasi, kalau terbukti tidak disiplin, etos kerja rendah apalagi jarang masuk kerja untuk apa kita pertahankan." timpalnya.


(A4)