Bertajuk Era Baru Pembelajaran Berkualitas, Wabup Tanjabbar Mengikuti Acara Pembukaan Pelatihan Berbasis Digital Program Pintar 2021/2022 -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Bertajuk Era Baru Pembelajaran Berkualitas, Wabup Tanjabbar Mengikuti Acara Pembukaan Pelatihan Berbasis Digital Program Pintar 2021/2022

tuntas.co.id

Bertajuk Era Baru Pembelajaran Berkualitas, Wabup Tanjabbar Mengikuti Acara  Pembukaan Pelatihan  Berbasis Digital Program Pintar 2021/2022


TUNTAS.CO.ID_TANJABBAR - Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Hairan, SH mengikuti acara Pembukaan Pelatihan Berbasis Digital Program Pintar 2021/2022  Bertajuk Era Baru Pembelajaran Berkualitas secara virtual melalui zoom meeting di Ruang Rapat Bupati, Senin (18/10/21) Kemarin.


Acara yang digagas Tanoto Foundation ini juga turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabid GTK Disdikbud, Kasi Peningkatan Mutu Disdikbud, dan Koordinator Kabupaten Program Pintar Tanoto Foundation. 


Tujuan pelatihan berbasis digital Program PINTAR 2021/2022 untuk mengakomodasi dan mempercepat digitalisasi pembelajaran dan pelatihan guru dan Kepala Sekolah di Indonesia.


Pelatihan yang melibatkan 1.100 fasilitator pembelajaran dan manajemen sekolah ini akan melatih dan mendampingi lebih dari 10 ribu guru dan kepala sekolah dari 842 sekolah dan madrasah di lima Provinsi, yaitu Sumatra Utara, Riau, Jambi, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur.

 

Menurut CEO Global Tanoto Foundation, J. Satrijo Tanudjojo, transformasi pembelajaran menggunakan teknologi harus dimulai dari diri guru-guru dan tenaga pendidik yang akan menjadi fasilitator pembelajaran.

 

“Kami mendukung para guru dan tenaga pendidik untuk berani mencoba, bereksperimen, mengkontruksi, berimajinasi, dan membuat definisinya sendiri tentang pembelajaran yang kaya digital,” ungkap Satrijo ketika membuka acara pembukaan pelatihan berbasis digital Program PINTAR. 


Pelatihan berbasis digital Program PINTAR menerapkan model pelatihan yang memanfaatkan penggunaan teknologi, dengan memasukkan unsur-unsur gamifikasi untuk mendorong pelatihan virtual yang lebih menyenangkan, menggunakan learning management system (LMS), dan mempraktikkan pembelajaran yang terintegrasi teknologi untuk mendorong keaktifan siswa. 


Dengan mengikuti pelatihan berbasis digital program PINTAR, guru dapat belajar untuk memadukan konsep belajar mandiri dan terpandu, memanfaatkan ragam teknologi digital untuk mendukung pembelajaran di kelas.


Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Suharti menyebut indikator keberhasilan program digitalisasi pendidikan di Indonesia sangat tergantung pada kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusianya.


“Mewakili Kemendikbudristek, kami mengapresiasi kepada Tanoto Foundation atas bantuan, komitmen, dan kontribusi pada dunia pendidikan Indonesia melalui Program Pintar yang mendukung peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah dalam bertransformasi memfasilitasi pembelajaran berkualitas, relevan, dan memanfaatkan teknologi,” kata Suharti.


(Anto)