Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Pemda Muratara Gandeng Swasta Manfaatkan Lahan Tidur -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Pemda Muratara Gandeng Swasta Manfaatkan Lahan Tidur

tuntas.co.id

Kegiatan commodity development/ekonomi kerakyatan, yaitu demplot bawang merah dengan biaya 70.000.000, (tujuh puluh juta rupiah) dilahan tidur di desa lesung batu muda di daerah persawahan merung.  Dana tersebut dari Sifep atas proforsal kami pemerintah, dan uang itu tidak diterima pemerintah tetapi mereka sendiri yang pegang dan keluarkan serta belanja kebutuhan. Kita pemerintah hanya menyiapkan lahan, tenaga tehnis dan kontrol agar uji coba ini berhasil. Terimakasih kepada Sipef group.  Tenaga inti ahli bawang merah dan pernah jadi konsultan di Program CSR Bank Indonesia, yaitu kakanda Rusli asli orang lesung batu yang selama ini tinggqal diluar.  Bagaimana dengan hasilnya kelak? 1. Untuk modal menanam kembali yang punya tanah tersebut. 2. Membuka lebih luas lagi secara bertahap dan terukur 3. bawang merah akan dijual di Muratara kepasar surulangun dan pasar Rupit dengan harga lebih murah dari harga biasa, karena biaya transport lebih murah dibanding dari luar.

TUNTAS.CO.ID_MURATARA - Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara yang dipimpin Bupati H. Devi Suhartoni dan Wakil Bupati H. A Inayatullah, terus berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyat. 


Salah satunya dengan memanfaatkan lahan tidur atau lahan yang tidak productiv. Dengan memanfaatkan lahan tidur ini diharapkan dapat membantu program kesejahteraan rakyat dengan cara bertani. 


Seperti yang telah dilakukan warga Desa Lesung Batu Muda Kecamatan Rawas Ulu. Warga desa ini menanam bawang merah sebagai komoditinya. Nantinya komoditi ini diharapkan dapat memenuhi kubutuhan kosumsi bawang merah di wilayah lokal Muratara. 


Langkah ini progres meningkatkan tahap hidup rakyat ini disuport oleh Pemda dan pihak Perusahaan Sifeb Grup. 


Bupati Muratara H. Devi Suhartoni menyebutkan, Kegiatan commodity development/ekonomi kerakyatan, yaitu demplot bawang merah dengan biaya 70.000.000, (tujuh puluh juta rupiah) dilahan tidur di desa lesung batu muda di daerah persawahan merung.


"Dana tersebut dari Sifep atas proforsal kami pemerintah, dan uang itu tidak diterima pemerintah tetapi mereka sendiri yang pegang dan keluarkan serta belanja kebutuhan," tutur Bupati. Kamis (2/9) 


Kita pemerintah, kata Bupati, hanya menyiapkan lahan, tenaga tehnis dan kontrol agar uji coba ini berhasil. "Terimakasih kepada Sipef group."


Bupati Devi juga menyebutkan, tenaga inti ahli bawang merah dan pernah jadi konsultan di Program CSR Bank Indonesia, yaitu kakanda Rusli asli orang lesung batu yang selama ini tinggal diluar.


"Kelak hasilnya untuk modal menanam kembali yang punya tanah tersebut. Kemudian membuka lebih luas lagi secara bertahap dan terukur," sebut Devi Suhartoni yang juga Kader Idiologis PDI Perjuangan ini


Dia berharap bawang merah ini akan dijual di Muratara kepasar surulangun dan pasar Rupit dengan harga lebih murah dari harga biasa, karena biaya transport lebih murah dibanding dari luar.

(ari)