Negara Direpotkan Oleh Mereka Saja, Mereka Pesta Disetiap Kebijakan Ekonomi -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Negara Direpotkan Oleh Mereka Saja, Mereka Pesta Disetiap Kebijakan Ekonomi

tuntas.co.id

 

Karyawan menghitung uang dolar AS di Kantor Cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada Rabu (18/3) hingga pukul 10.09 WIB, nilai tukar rupiah melemah 140 poin atau 0,93 persen ke posisi Rp15.223 per dolar AS. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

TUNTAS.CO.ID_KOLOM - Paska kejatuhan Soeharto tahun 1998, BPPN dibentuk. Kredit macet perbankan diserahkan kepada BPPN. Asset sebagai collateral dilelang untuk dapatkan cash bagi APBN. 


Lelang asset digelar, mendadak muncul OKB yang engga jelas reputasinya jadi pengusaha kakap ikut lelang asset. 


Para OKB itu hanya candy dari obligor atau  proxy dari obligor BLBI sendiri. Harga lelang asset berkisar 30% dari nilai buku.  


Tahun 2003 ada penyelesaian utang antara obligor dan Pemerintah (MSAA)  dan keluarlah Surat Keterangan Lunas (SKL ).


Tahun 2004 sampai dengan tahun 2008 komoditas utama, seperti CPO,  Batubara dll  melonjak naik di pasar global. Asset yang tadi dibeli dari lelang BPPN dengan harga diskon 70% oleh OKB, digadaikan ke bank. Dengan mengemas neraca dan hitungan prospek masa depan harga tanah naik,  dapat kredit bank. Kemudian, berlanjut mereka melepas saham di bursa dapatkan capital gain berlipat. 


Belum puas.  Alasan ekspansi, mereka juga jual obligasi di pasar uang. Belum puas? Asset bank yang sudah diserahkan  ke pemerintah dibeli lagi lewat lelang dengan harga murah. Ya, tahun 2004 sampai tahun 2008 benar benar pesta tampa jeda.


Bayangkan, betapa hebatnya rekayasa mereka melipat uang negara. Ekonomi tumbuh pesat dan para obligor hidup senang di luar negeri. 


Hebatnya, tahun 2010 ekonomi menurun akibat krisis wallstreet tahun 2008, dan terus berlanjut tahun 2013. Selama krisis itu ribuan triliun uang hasil pesta pindah keluar negeri lewat produk ETF. Memenuhi brankas trust account obligor BLBI di Singapore, Hong Kong, Swiss. Sementara di Indonesia harga saham mereka terjun bebas, hutang bank terancam NPL. Dalam sitiuasi itulah Jokowi didorong maju jadi presiden.


Era Jokowi tahun 2015, Tax Amnesty diadakan dengan harapan rekening trust itu pindah ke Indonesia atau dicatatkan sebagai sumber penghasilan kena pajak yang diputihkan. Ternyata  lebih banyak memutihkan asset dalam negeri saja yaitu Rp4.813,4 triliun, sementara yang diluar negeri hanya Rp. 146,7 triliun. 


Era Jokowi tercatat negara asal pemberi hutang terbesar  Indonesia adalah Singapore. Investasi dalam bentuk hutang itu mengalir ke Indonesia lewat pasar obligasi negara,  yang sebenarnya internal settlement antara boss obligor BLBI dengan candy.


Kemudian lewat trust account mereka di Singapore terjadi gelombang akuisisi  pada perusahaan blue chip dan prospektif , yang lambat laun tampa disadari praktis mayoritas perusahaan itu jadi milik Singapore.


Periode kedua Jokowi, masuk pandemi covid, lucunya mereka dapat fasilitas program recovery ekonomi COVID, dalam bentuk pajak dan relaksasi kredit dan memaksa bank harus melakukan restruktur kredit ( NPL) sampai tahun 2023. 


Jadi sejak reformasi sampai sekarang negara hanya repot urus mereka itu-itu saja. Dan setiap kebijakan ekonomi, mereka pesta. Demikianlah, kisah dari negeri rakyat jelantah. 


Oleh Erizeli Bandaro Penulis Cerpen Kehidupan, Novel Bisnis, Cinta dan Kasih Sayang, lentera,About Business, Sajadahku dan Literal. 


(Ed/ari)