GP Ansor Jambi : Kami Yakin Pemerintah Sudah Berusaha Maksimal -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

GP Ansor Jambi : Kami Yakin Pemerintah Sudah Berusaha Maksimal

tuntas.co.id

Ketua PW GP Ansor Provinsi Jambi, Juwanda


JAMBI - Di tengah kondisi Covid-19 yang belum reda, pembatalan pemberangkatan jamaah haji dinilai efektif, demi kemaslahatan yang lebih besar, yakni kebaikan bersama. Karena sejauh ini, masih sangat rentan jika tetap memberangkatkan jemaah haji. 


Hal ini diungkap oleh Ketua GP Ansor Provinsi Jambi, Juwanda yang juga Anggota DPRD Provinsi Jambi saat dimintai tanggapan oleh awak media terkait tidak adanya pemberangkatan jemaah haji tahun 2021.


Ia meyakini pemerintah Indonesia sudah berusaha maksimal agar bisa memberangkatkan jemaah haji, tapi kenyataan memang Covid-19 belum bisa dikendalikan.


Untuk itu ia berharap kepada semua pihak untuk berpikir lebih logis soal kesehatan masyarakat, karena belum ada jaminan jemaah tidak tertular Covid-19 jika tetap berangkat.


“Bagaimana jika sampai di sana tertular, apa yang dirasakan keluarga di kampung halaman tidak bisa melihat ayah atau ibu nya sakit, tidak bisa menemani. Bagaimana jika tertular di tengah pelaksanaan ibadah, akhirnya isolasi dan tak dapat juga melaksanakan ibadah haji,” kata Juwanda, Minggu (6/6/2021).


Terlebih sejauh ini katanya belum ada kepastian dari pemerintah Arab Saudi apakah akan menerima jemaah dari luar Arab Saudi atau tidak.


“Karena bisa saja ternyata Arab Saudi melaksanakan ibadah haji hanya untuk domestik, atau warga luar Arab Saudi yang sudah bermukim di sana,” jelas Juwanda.


Ia juga berharap masalah ibadah haji ini jangan dibawa ke ranah politik. Karena sangat tidak etis urusan ibadah ditarik-tarik ke urusan politik.


Kemudian harapannya jangan menyebarkan hoaks terkait masalah ini, sangat tidak etis. 


“Seperti contoh informasi ada 11 negara yang sudah mendapatkan kuota haji tahun ini, padahal sejauh ini belum ada satu negarapun yang mendapatkan kuota,” pungkasnya. (*)