Keseriusan Pemkot Lubuklinggau Dipertanyakan, Aktivis GMNI : Dimana Keadilan -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Keseriusan Pemkot Lubuklinggau Dipertanyakan, Aktivis GMNI : Dimana Keadilan

tuntas.co.id

Keseriusan Pemkot Lubuklinggau Dipertanyakan, Aktivis GMNI : Dimana Keadilan
Ist

TUNTAS.CO.ID_ LUBUKLINGGAU - Salah satu tolak ukur kemajuan suatu Daerah adalah pemerataan pembangunan di segala lini dan bersentuhan langsung kepada masyarakat. 


Hal itu dikatakan Exley Pradika aktivis Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Lubuklinggau, Musi Rawas dan Muratara (MLM) pada tuntas.co.id. Senin (24/5) 

 

"12 program prioritas NANSUKO (walikota dan wakil walikota lubuklinggau di saat berkampanye 2019 silam) dimana salah satunya ialah perihal Peningkatan dan pembangunan infrastruktur dasar (jalan, jembatan, listrik, dan air bersih)," Sebutnya


Program prioritas tersebut kata Exley, terkhususnya perihal infrastruktur yang di janjikan bapak Wali Kota. tidak di rasakan oleh masyarakat Ulu Malus Kelurahan Petanang Ulu Kecamatan Lubuklinggau Utara I. 


"Karena kondisi jalan utama yang digunakan masyarakat setempat yang merupakan satu-satunya akses jalan untuk melakukan aktivitas sangatlah memprihatinkan bahkan sangat tidak pantas untuk disebut sebagai jalan yang termaktum di dalam wilayah kota lubuklinggau," cetusnya


Bahkan kata Exley, satu-satunya jembatan penghubung yang ada disana hanya tinggal menghitung hari lagi untuk ambruk padahal sama-sama kita ketahui bahwa daerah tersebut jelas bagian dari kota lubuklinggau.


"Dengan ini patut dipertanyakan keseriusan dan kepedulian  pemerintah Kota Lubuklinggau terhadap pembangunan infrastruktur dasar yang sebagaimana termaktum didalam 12 program prioritas yang dijanjikan, terkhususnya di Desa Ulu Malus kelurahan Petanang Ulu," tanya aktivis Jalanan ini


Dikatakan Exley, pada saat ini sama-sama Walikota Lubuklinggau  sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunn infrastruktur dimulai dari pembangunan Danau buatan, jembatan dibawah Kaki Bukit Sulap, kemudian jalan penghubung dari Barat ke Utara yang membela hutan belantara dan pembangunan lainnya. 


"Padahal ada yang lebih penting dari pada itu yakni jalan dan jembatan masyarakat Ulu Malus yang merupakan masyarakat kota Lubuklinggau," ungkapnya


Menurut dia sebaiknya walikota Lubuklinggau lebih memfokuskan pembangunan infrastruktur yang sifatnya bersentuhan langsung dan berguna bagi masyarakat. dari pada memfokuskan pembangunan dan mengelontarkan biaya yang sangat besar namun unsur manfaatannya sangat minim bagi masyarakat. 


"Dimana keadilan bagi seluruh rakyat indonesia yang termaktum di dalam butir ke 5 Pancasila," Tegas Exley


Warga setempat pak. Nar sapaannya juga menyebutkan, sudah puluhan tahun akses jalan ini rusak, saat musim hujan jalan kami ini becek persis seperti kubangan kerbau. 


"Jika hujan malamnya sangat lebat maka akan menjadi petaka bagi masyarakat malus terutama anak sekolah untuk melintasi jalan yang ekstrim itu," jelasnya


Selain itu, warga setempat juga mempertanyakan letak titik Nol pembangunan jalan kurang lebih 1,8 KM yang telah dibangun itu. 


"Sekarang yang sangat ditakutkan jembatan tua yang ada dimalus itu sudah  miring sebelah, tinggal menghitung hari akan putus," keluhnya


Tidak hanya itu, dia juga merasa kesal, Puskesmas yang telah dibangun namun tidak digunakan sama sekali oleh Pemkot Lubuklinggau. 


"Kami sebagai masyarakat berharap kebijakan-kebijakan pemerintah terkhusus bapak Wali Kota H.SN Prana Putra Sohe untuk dapat mendengar keluhan rakyat kecil seperti kami ini," tutupnya

(ari)