Tradisi Ziarah Kubur Sambil Dengarkan Tausiyah di Desa Suak Putat -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Tradisi Ziarah Kubur Sambil Dengarkan Tausiyah di Desa Suak Putat

tuntas.co.id

MUAROJAMBI - Ziarah Kubur sudah menjadi tradisi turun menurun, apalagi menjelang datangnya bulan suci ramadhan.

Seperti yang terlihat di Desa Suak Putat Kecamatan Sekernan Kabupaten Muarojambi. Pada Sabtu (10/4/21) pagi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) berbondong-bondong warga yang berziarah untuk mendoakan keluarganya yang telah meninggal.

Selain mengirimkan doa untuk keluarga yang telah meninggal. Warga Desa Suak Putat juga mendengarkan Tausiyah dari penceramah.

Seperti yang diungkapkan Kepala Desa Suak Putat Santoso, tradisi ini baru dilakukan dalam tiga tahun terakhir semenjak ia menjadi Kepala Desa di Suak Putat.

"Ini tahun ketiga saya beserta masyarakat Melaksankan Kegiatan ziarah kubur. Saya pun sangat mendukung karna ini merupakan tradisi yang baik bagi masyarakat dalam menjalin silaturahmi serta menjadi momentum untuk berziarah ke makam keluarga yang telah meninggal dunia," kata Santoso.

Santoso juga berharap, dengan adanya tradisi seperti ini hingga turun menurun bisa menjadi ajang silaturahmi di tengah masyarakat khususnya umat islam dan juga mengingatkan kita akan kematian.

"Rasulullah Saw dalam haditsnya menyebutkan Dahulu Saya melarang kalian menziarahi kuburan, sekarang berziarah lah kalian kekuburan. Artinya ziarah lah kalian kekuburan sesungguhnya ziarah kubur itu mengingatkan kematian." Sebu Kades.

Ditambahkannya, Dengan tradisi ini, rasa persaudaraan dan persatuan ditengah masyarakat menjadi makin baik dan lebih terasa terutama sebelum bulan suci Ramadhan datang, dan memberikan rasa kegembiraan dalam menyambut bulan suci Ramadhan. 
(ENDANG)
.