Mantan Bupati Syarif Tinggalkan Hutang 192 M, Ini Kata HDS -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Mantan Bupati Syarif Tinggalkan Hutang 192 M, Ini Kata HDS

tuntas.co.id

Kantor Bupati Musi Rawas Utara. (Poto/Ist)

MURATARA - H. Syarif Hidayat adalah mantan  Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) priode 2015-2020. Kemudian dia mencalonkan lagi pada pilkada 2020, berpasangan dengan Surian Sofian. Namun mereka dikalahkan oleh H. Devi Suhartoni-H. Inayatullah (HDSTULLAH). 

Tepat pada Jum'at 26 Februari HDSTULLAH dilantik oleh Gubernur Sumsel digedung Griya Agung palembang. Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Muratara priode 2021-2025.

Dipenghujung jabatan pada tahun 2020, Syarif meninggalkan kesan yang kurang baik pada Kabupaten berselang serundingan ini. Syarif meninggalkan hutang pada rekanan pihak ketiga sebanyak 192 Miliar. Kemudian hutang sebanyak itu dibebankan pada kepemimpinan HDSTULLAH Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Muratara. 

"Saat ini saya bersama Ustad Inayatullah, ditinggalkan banyak sekali permasalahan anggaran, salah satunya adalah, kami ditinggalkan 192 M dalam bentuk hutang. Dan juga keuangan yang ada sangat minus, dimana ditahun-tahun sebelumnya 1,1 triliun. Tapi tahun ini tinggal 787 M," tutur HDS. Jum'at (05-03-2021) 

Lanjut HDS, ini sangat sulit dalam melakukan pembangunan, sangat sulit ingin menjalankan program karena tidak ada duit. 

HDS mengungkapkan, selayaknya hutang tersebut tidak akan terjadi apabila patuh pada perintah nasional dengan mereposisi anggaran sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 tahun 2020 tentang Refocusing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Selayaknya ada penundaan agar tidak terjadi hutang.  seperti menunda perjalanan dinas, biaya rapat, honorarium, belanja non operasional, belanja barang, belanja belanja lain. Belanja modal ditunda untuk dikerjakan multi year, kegiatan proyek yang sudah dikontrakkan untuk dinegoisasikan lagi kepada pihak ketiganya untuk bisa ditunda pengerjaannya.

"Duit ini merupakan suatu kekeliruan pada saat tahun sebelumnya, dimana utang sebanyak 192 M, seharusnya utang tersebut tidak terjadi, karena tahun sebelumnya juga pemerintah pusat menyuruh setiap Kabupaten mereposisi dan merefokusing, tapi di Muratara tidak melakukan itu maka timbullah hutang," ungkapnya

Dengan kondisi keuangan daerah yang lemah, hal ini tentu menjadi beban berat bagi kepemimpinan baru Muratara ini. Sedangkan program masih menumpuk untuk diselesaikan agar kemakmuran Muratara dapat terwujud. 

Dari berbagai kekurangan dan keterbatasan karena ulah kebijakan ditahun sebelumnya, namun HDSTULLAH pantang surut untuk kerja cepat dalam membangun dan menyelesaikan berbagai program-program pro rakyat supaya dapat di Implementasikan. 

"Kami bersama Ustad Inayahtullah sudah satu minggu bekerja sebagai Bupati dan Wakil Bupati. Saat ini kami sedang mereposisi dan merefokusing terhadap semua kegiatan atau anggaran yang ada, terhadap semua anggaran pembangunan dan penanganan kesehatan masyarakat dan penanganan covid di kabupaten Musi Rawas Utara, serta akan fokus kepada jalan, air bersih dan ekonomi kerakyatan," tegas HDS yang juga kader Banteng ini.

(ARI)