Wabup Muratara Patroli Sungai, Pelaku Sentrum Ikan Kaget Dipergoki -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Wabup Muratara Patroli Sungai, Pelaku Sentrum Ikan Kaget Dipergoki

tuntas.co.id



MURATARA - Pelaku penyetruman ikan kocar-kacir terjun ke sungai melarikan diri dengan meninggalkan perahu dan hasil ikan penyetruman, di Sungai Karang Anyar, Kecamatan Rupit, saat Wakil Bupati H. Devi Suhartoni bersama dengan petugas LPPAS Kabupaten Muratara patroli di seputar sungai, (29/1/2021) sekitar pukul 16.00 WIB.

Sewaktu Wabup patroli, dirinya mendapati dan memergoki dua orang yang sedang asik mencari ikan dengan cara menyentrum. Lalu speed yang digunakan langsung saja mengahampiri penyentrum ikan tersebut.

Sontak saja, melihat ada Wabup Muratara bersama dengan petugas LPPAS dan Polisi, kedua oknum warga tersebut kaget dan langsung terjun ke sungai melarikan diri meninggalkan perahu, hasil tangkapan dan juga alat sentrum.

Hasil dari Patroli Lembaga Persatuan Peduli Aliran Sungai (LPPAS) yang dikomandoi oleh Syamsul bersama Wakil Bupati Kabupaten Muratara berhasil mengamankan satu unit perahu ketek, beserta alat penyentrum ikan.

Perahu yang digunakan warga menyetrum ikan tersebut diamankan di perairan Sungai Rawas, Desa Karang Karang Anyar, Kecamatan Rupit.

Wakil Bupati Kabupaten Muratara H. Devi Suhartoni mengtakan Hari ini (kemarin red) dari hasil patroli disungai rawas berhasil mengamankan perahu dan alat sentrum ikan.

"Saya mengingatkan kembali kepada oknum yang suka nyentrum, berhetilah menyentrum ikan, karena nyentrum tidak baik, sebab ikan bukan untuk kita sendiri tapi untuk banyak orang,"ujar Wabup dalam siarang langsung di akun Facebooknya kemarin, Jumat (29/1/2021).

Tentu dijelaskan ia, dirinya secara tegas melarang mencari ikan dengan menyentrum ikan, karena hal tersebut dapat merusak biota ikan yang ada di Sungai. 

Oleh sebabnya dirinya tidak akan tinggal diam dan akan gencar melakukan patroli guna menjaga kelestarian dan biota ikan di sungai.

"Minta tolong nian jangan perna setrum ikan lagi ya, tidak ada setrum di sungai Rupit rawas,"tegas ia.

Tentu terangnya, dirinya akan terus menjaga biota sungai, dan kedepan nanti oknum-oknum yang suka menyentrum ikan akan dipanggil dan data. Mereka selanjutnya akan dibina dan diurus dengan baik.

Ia pun menegaskan jika untuk oknum-oknum yang suka nyentrum di ilir jembatan Rupit sampai ke Pauh, agar menghentikan aktivitas sentrumnya, bila masih pasti akan dikejar.

"Karena kalau sungai Rupit rawas tidak disentrum ikan banyak, gizi masyarakat bagus dan menjadi sumber ekonomi,"ungkapnya.

Dan ia berharap sungai Rawas kedepannya bersih dan jernih, nanti dirinya akan mencari jalan keluar, solusi dimana orang yang mencari kehidupan di sungai rawas tidak mencemari sungai lagi.
(*)