Desa Sungai Landak di Tanjabbar Butuh Tanggul Sebagai Penahan Air -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Desa Sungai Landak di Tanjabbar Butuh Tanggul Sebagai Penahan Air

tuntas.co.id


Tanjab Barat. - Desa Sungai Landak Kec. Senyerang Kabupaten Tanjab Barat. Warga mengeluhkan akan kondisi Dibeberapa parit sering dipenuhi genangan air yang diakibatkan masih minimnya tanggul yang tidak kunjung diperuntukkan oleh pemerintah.

Bahkan, titik yang digenangi air ada Dibeberapa  Rt didesa tersebut,yakni  RT.06. RT.07. RT.08. Dan RT 14.

Selain genangan air yang diakibatkan banjir, ini membuat para warga sekitar banyak terhambat melakukan aktivitas.

Hasil pantauan dilapangan, jalan yang Tadinya digenangi air pasang dan minim akan tanggul membuat jalan yang Sudah ada berlumpur dan licin dilalui pengguna jalan baik itu  roda dua maupun masyarakat yang selalu beraktivitas dalam sehari kesehari.

Salah-satu warga disambangi awak media mengatakan,  kami warga setempat melihat kondisi jalan yang ada didesa kami ini merasa miris sebab jika Air pasang dan hujan akses jalan pemukiman tidak bisa dilalui terpaksa harus menunggu kondisi jalan kering. 

"Ya mas, kami disini hanya berharap kepada pemerintah Provinsi maupun pemerintah daerah dan pusat dapat  memperhatikan serius Jalan yang ada di desa ini, karna desa ini juga masih negara Indonesia," ujar warga yang enggan menyebutkan namanya

Terkait hal tersebut Kades Sungai Landak Kec. Seyetang Tanjabbar. Taslim Mengatakan pihaknya membenarkan bahwa untuk diwilayah desanya  sangat membutuhkan sekali  Tanggul sebagai  penahan air masuk kepemukiman warga.

"Kita sudah pernah mengajukan untuk bantuan tanggul kepada pemerintah namun hingga kini belum terealisasi," cetusnya.

Diakuinya dengan kondisi seperti ini pihaknya berharap tanggul yang diharapkan oleh masyarakat dapat terpenuhi, agar air pasang yang sering terjadi diwilayah desanya tidak masuk lagi kepemukiman warga.

"Tidak mungkin kita lakukan pembuatan tanggul secara manual, karena tanggul penahan air masuk cukup panjang dan luas, jadi kami berharap pemerintah dapat memberikan yang terbaik untuk desa kami ini." ungkapnya
(Anto)