Diduga Tanpa Konsep, Pembangunan Tugu Juang di TANJABBAR Tidak Melihatkan Simbol Perjuangan -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Diduga Tanpa Konsep, Pembangunan Tugu Juang di TANJABBAR Tidak Melihatkan Simbol Perjuangan

tuntas.co.id

Syariffudin AR saat meninjau lokasi pembangunan Tugu Juang

TANJABBAR - Proyek pembangun TUGU  PERJUANGAN yang menelan dana Milyaran Rupiah melalui APBD 2020 kini sudah rampung dikerjaankan, tepatnya  dilokasi Wisata Laman Orang Kayo Rajo Laksamana yang biasa disebut warga TANJABBAR.

Namun kritikan dan lontaran terus diperbincang jadi buah bibir. Aktivis Pemuda Tanjab Barat, Syariffudin AR, Permerhati Pembangunan Meyebutkan, bahwa pembangunan Tugu Perjuangan tersebut diduga tanpa konsep. 

"Seharusnya konsep atau perencanaan pembangunan tugu perjuangan harus dibaca atau belajar mana-mana kota indah. Ini diduga jangan-jangan mengikuti keingin sendiri," Ujarnya. Senin (04-01-2021) 

karena  Pembangunan tugu perjuangan ini kata Syarifudin, Membutuhkan orang banyak, termsuk juga anggaran orang banyak. Bukan anggaran pribadi.

Ia menduga ada indikasi penimbunan dana miliaran pada pembangunan Tugu Perjuangan tersebut. Sedangkan masi banyak pembangunan yang harus dibangun atau diperbaiki, contohnya paling utama membutuhkan perbaikan adalah jembatan. 

"Isitilah Pepatah mengatakan Semut diseberang lautan kelihatan, Gajah dipelupuk mata tidak kelihatan, inilah yang terjadi saat ini," Cetusnya

Ia juga menyebutkan, tingkat ketahanan pembangunanan Tugu perjuangan masi dipertanyakan apakah kokoh bertahan lama atau tidak. 

"Tugu perjuang ini dibangun belum menunjukan simbol perjuangan. Seharusnya sebelum mengkonsep para tokoh-tokoh yang ada ditanjabbar dipanggil dan dikumpulkan dan dibawa ke Lembaga DPRD Kabupaten apa yang harus dikonsep untuk sejarah TANJABBAR," Pungkasnya

Negeri yang beradat itu kata Syariffudin, pas ketika adat Sama-sama duduk bermusyawarah. Tapi bila keinginan itu pribadi artinya ini bukan negri yang beradat. (Anto)