Ditanya Solusi Modernisasi Sumur Minyak, Syarif : Hentikan Dan Serahkan Ke Perusahaan -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Ditanya Solusi Modernisasi Sumur Minyak, Syarif : Hentikan Dan Serahkan Ke Perusahaan

tuntas.co.id


MURATARA - Panelis (3) debat kandidat  Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Yudha Mahkom D. S. SE. M.Si, menanyakan kepada Pasangan Calon Nomor Urut (3) Syarif Hidayat dan Suryan Sofyan, tentang solusi pembaharuan pengelolaan tambang Minyak agar perekonomian rakyat tetap berjalan sebagai mana mestinya.


"Langkah kongkrit apa baik dari jangka pendek terutama yang masyarakat butuhkan sekarang maupun jangka menengah dan jangka panjang, dalam mengatasi illegal drilling (pengeboran sumur minyak secara ilegal), tambang tradisional ini," Tanya Yudha kepada Paslon Nomor (3) saat sekmen ketiga Debat publik di studio TVRI Sumatera Selatan di Kota Palembang. Senin (23-11)


Selanjutnya kata Yudha, Karena tentu bapak sebagai bupati dan wakil bupati, dihadapkan dengan supremasi hukum karena ini ilegal, tapi disatu sisi dihadapkan dengan kondisi masyarakat yang membutuhkan kehidupan.


Masih kata Yudha, apa yang bisa dilakukan, apakah akan dilakukan dengan cara modernisasi lalu mereka dilibatkan dalam proses penggalian sumber daya itu.


"Saya ingin mendapatkan solusi yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat," Cecar Yudha


Menanggapi hal itu Syarif Hidayat dalam jawabannya mengatakan akan menutup tambang - tambang yang dikelola oleh Masyarakat ini, lalu menyerahkannya kepada pihak perusahaan.


"Tambang itu adalah ilegal, harus kita hentikan, sekarang itu adalah orang-orang yang beking adalah para preman disana. Kata Syarif


Selanjutnya kata Syarif, saya telah bekerja sama dengan Kapolres untuk menutup tambang itu, walaupun itu adalah kebutuhan masyarakat tapi tidak boleh dilaksanakan. Sebutnya


Ia juga akan menyerahkan tambang minyak yang selama ini dikelola masyarakat secara Ilegal ini kepada pihak perusahaan.


"solusinya adalah kita serahkan kepada perusahaan tambang yang ada disana, tambang yang ada di Rawas Ilir, tambang minyak yang resmi yaitu Seleraya, kami sudah bicara, bahwa itu harus ditambang secara resmi, kalau kita biarkan itu akan bahaya pada orang dan lingkungan," Jelas Syarif


Ia juga menceritakan tentang penambangan minyak Ilegal yang berdekatan dengan pasilitas Publik.


"Bayangkan disamping Kantor Koramil, depan Kantor Camat, ada SMA disitu. dan saya tegaskan tutup pak kapolres ini, Kalau itu masih dilaksanakan, itu Pidana,  tangkap orang itu tidak boleh di muratara ada seperti itu," Cetusnya (ari)