Memulai Karier dari Kantor Lurah, Kini Cita-cita Fadhil Arief Membangun Batanghari Sudah di Depan Mata -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Memulai Karier dari Kantor Lurah, Kini Cita-cita Fadhil Arief Membangun Batanghari Sudah di Depan Mata

tuntas.co.id

JAMBI - Berwawasan luas, terampil dalam bekerja adalah ciri yang tepat untuk menggambarkan sosok pemimpin bernama Muhammad Fadhil Arief. Kepiawaiannya berkarier dalam dunia birokrasi nyatanya telah mampu mengantarkan dirinya menempati posisi tertinggi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muaro Jambi. 


Bagi dia, keberhasilan suatu pemerintahan dalam membangun daerah kunci utamanya bukan pada masyarakatnya, melainkan ada pada mental dan karakter birokrasinya.

 

Menyelami dunia birokrasi sudah digeluti Fadhil Arief sejak lama. Dimulai dari Kepala Seksi Pemerintahan dan Umum Kelurahan Pasar Baru, Kabupaten Batanghari pada 2005, lalu Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa atau Kelurahan Kecamatan Maro Sebo Ilir 2006, kemudian naik menjadi Camat Maro Sebo Ilir. Dengan kinerjanya yang baik, Fadhil diberi amanah memegang jabatan Sekretaris Dinas Perkebunan, Batanghari. Perlahan kariernya terus melonjak naik dari dua kali menjabat sebagai Kepala Dinas, lalu Plt Sekda Batanghari. Kini pria kelahiran Jambi 1 Juni 1975 itu dipercaya menduduki jabatan Sekda Muaro Jambi sejak 2018 lalu.

 

Bagi seorang abdi negara (PNS) menjadi seorang Sekda adalah jabatan prestisius yang patut diapresiasi. Bagaimana tidak, Sekda adalah orang nomor satu dalam dunia birokrat yang tugasnya membantu kepala daerah dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis daerah. 

 

Dalam pelaksanaan tugasnya, seorang sekda bertanggung jawab langsung kepada kepala daerah. Hal inilah yang telah dilakukan Fadhil dalam menjalankan tugasnya sebagai Sekda di Muarojambi sebelum kemudian maju sebagai calon Bupati Kabupaten Batanghari.


Selama menjadi Sekda, Fadhil mendorong penuh agar program yang pro terhadap kepentingan masyarakat terus terealisasi.


"Program yang kita gulirkan bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, dan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat," jelasnya dikutip dari beberapa media.

 

Hal yang mendapat apresiasi besar saat Fadhil menjadi Sekda, di antaranya ULP Muaro Jambi jadi percontohan nasional, ini prestasi yang sangat luar biasa tidak hanya untuk Pemerintah Muaro Jambi, tetapi ini juga prestasi ini milik semua masyarakat.


Menurut Fadhil, untuk bisa membangun daerah baik tingkat kabupaten atau provinsi, maka yang diperlukan adalah penataan birokrasinya.


Tidak boleh kata dia, kekuasaan yang dimiliki sebagai pejabat eksekutif di daerah disalahgunakan, untuk kepentingan pribadi atau kelompok. 


Karena itu, pola-pola koruptif atau sesuatu yang bersifat KKN, tegas Fadhil, harus dihilangkan dalam dunia birokrasi. 


Prestasi Fadhil dalam menata dan membangun birokrasi yang bersih sudah terlihat sejak dia masih menduduki jabatan sebagai seorang camat. 


Pada masa itu, Fadhil sukses dua kali berturut-turut menjadikan Kecamatan Maro Sebo Ilir sebagai Kecamatan Over Target Penerimaan PBB se-Provinsi Jambi. Berhasil membawa Kecamatan Maro Sebo Ilir mendapatkan juara 1 lomba penilaian Unit Pelayanan Umum Tingkat SKPD se-Kabupaten Batanghari. 


Berhasil Menjadikan Kecamatan Maro Sebo Ilir sebagai kecamatan terbaik 1 dalam penilaian kecamatan se-Kabupaten Batanghari. Lalu berhasil membawa Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Batanghari mendapatkan juara 1 lomba Penilaian Unit Pelayanan Umum Tingkat SKPD se-Kabupaten Batanghari.

 

Tidak hanya itu, Fadhil juga sudah mendapatkan tanda kehormatan Satya Lacana Karya Satya dari Presiden Joko Widodo. Sebuah prestasi yang membanggakan. 

 

Kini pria yang dikaruniai empat orang anak itu mengatakan, ingin melihat tanah kelahirannya, Batanghari, maju dan berkembangan menjadi daerah yang modern dan beradab. 

 

"Sebagai putra daerah tentu semua orang senang kalau melihat daerah atau tanah kelahiran kita ini maju. Memang tantangannya tidak mudah. Selain kerja keras, kita juga harus luruskan niat yang bersih agar kita tidak salah melangkah," ucap penggemar buku yang mewarisi bakat kepamongan dari sang ayah itu. (*)