Dengan Santai, Kepsek SMPN 5 Muarojambi Sebut Memang Pungut Uang Sampai Rp 200 Ribu kepada Para Siswa dan Tarik Uang Daftar Ulang -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Dengan Santai, Kepsek SMPN 5 Muarojambi Sebut Memang Pungut Uang Sampai Rp 200 Ribu kepada Para Siswa dan Tarik Uang Daftar Ulang

tuntas.co.id

MUAROJAMBI - Bastoni Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN5 Muarojambi akui pernah melakukan pungutan uang kepada siswanya dengan alasan sebagai daftar ulang sebesar Rp 20 ribu dan Rp 115 ribu. 

Bukan itu saja, bahkan dengan nada bicara yang sangat emosionalnya dan percaya diri, dirinya juga mengakui pernah melakukan pungutan uang sebesar Rp 200 ribu kepada semua siswanya untuk pembelian laptop.

Pengakuan dirinya ini berawal ketika media berkunjung ke SMPN 5 Muarojambi untuk mengkonfirmasi pemberitaan sebelumnya terkait mengenai adanya dugaan pungli yang terjadi di sekolahan tersebut. 

Akan tetapi, sepertinya terlihat dari awal kedatangan media pada Rabu (9/9/20) pagi ini respon Kepsek Bastoni sudah mulai tidak baik.

Bahkan, kepsek ini lebih mengedepankan emosional dalam menjawab pertanyaan - pertanyaan awak media ketika disinggung masalah dugaan pungli ini.

"Iya benar pernah ada uang pendaftaran ulang Rp. 20 ribu dan 150 ribu di SMPN 5 Muarojambi ini. Bukan itu saja saya juga pernah meminta uang kepada semua siswa sebesar Rp 200 ribu untuk pembelian laptop," jawab Kepsek dengan nada tinggi sambil menunjuk nunjuk.

Bukan itu saja,  Bastoni juga sempat menghina secara tidak langsung terhadap profesi wartawan dengan perkataan, tujuan media membuat pemberitaan ini hanya untuk mencari uang saja.

"Sudahlah tujuan kamu mengangkat berita ini untuk mencari uang kan, jangan begitulah," ucapnya disertai tunjukan kearah muka wartawan media ini.

Lanjutnya lagi, ia juga merasa kebijakan daftar ulang yang dibuatnya itu juga sudah mendapat persetujuan dari ketua komite dan diketahui pimpinannya dalam hal ini Kaspul selaku Kabid SD dan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muarojambi.

"Itu sudah mendapat persetujuan dari ketua komite dan juga saya punya pimpinan Kabid SD dan SMP di Disdik Muarojambi," 

Sementara itu, Kaspul Kabid SD dan SMP Disdik Muarojambi menyampaikan apa yang dikatakan Bastoni itu sangat lah mengada-ada. Ia tidak pernah mengetahui perihal adanya pendaftaran ulang di SMPN 5 Muarojambi apalagi sampai mengintruksikan terkait kebijakan tersebut.

"Tidak benar itu, malah saya sering sekali mengintruksikan semua SD dan SMP yang ada di Kabupaten Muarojambi tahun ini untuk tidak ada lagi yang namanya uang daftar ulang, uang buku LKS dan lainnya," pungkas Kaspul (EN)