Banpenda Muratara Tutup Mulut Soal Target PAD -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Banpenda Muratara Tutup Mulut Soal Target PAD

tuntas.co.id

MURATARA -Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara),enggan bicara Terkait target dan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD)  tahun 2020, terhadap Pajak Bumi Dan Bangunan , Selasa (22/09).

Hal tersebut, diketahui setelah dua pekan terakhir insan pers telah membangun komunikasi ke Bapenda Muratara terkait realisasi capaian PAD Muratara per September 2020 ini.

Terakhir kembali, dihubungi di Kantor Bapenda Muratara, pihak intansi tersebut justru tidak mau membeberkan realisasi PAD termasuk berkaitan dengan Pajak Bumi dan Bangunan.

Didatangi oleh awak media, sekitar pukul 13.50 wib, bahkan pihak Bapenda menolak untuk diwawancari terkait capaian realisasi PBB dengan alasan tidak adanya Kabid PBB Rahmad.

Dihubungi melalui via telpon namun tidak tersambung. Maka dihubungi Kepala Bapenda Muratara, Efendi Aziz yang mengarahkan kebawahanya namun tetap tidak mau bicara.

Saat itu, di Bapenda Muratara yang hanya bisa ditemui hanya Toba staf dari Kabid PBB Rahmad yang terus memberikan alasan bahwa dirinya eggan bicara mengenai realisasi PBB tersebut walaupun telah berkomunikasi langsung dengan kepala Bappenda Muratara Efendi Aziz melalui via telpon.

"Maaf saya tidak berani bicara mengenai PBB. Walaupun sudah ada petunjuk dari Pak Kaban (Kepala Badan -Efendi Aziz), karna ada pak Rahmad," elaknya.

Terkait hal itu, adanya dugaan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perpajakan mengalami penurunan. Terutama dibidang Pajak Bumi Dan Bangunan.

Saat disinggung persen tase capaian pertanggal 22 Septermber 2020 ini, Toba tercetus baru mencapai sekitar 40 persen dari 82 desa dan 7 kelurahan yang ada di wilayah Kabupaten Muratara.

Selain itu, jika melihat limit waktu batas akhir pembayaran PBB per 30 September 2020, maka hal yang wajar pihak Bapenda sedikit enggan diwawancari dari sektor PBB maupun PAD Muratara. Yang kemungkinan penurunan PAD Muratara mengalami penurunan dratis.