Ustadz Maheer Sebut Khilafah Ajaran Islam, Tak Perlu Gabung Muhammadiyah-NU -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Ustadz Maheer Sebut Khilafah Ajaran Islam, Tak Perlu Gabung Muhammadiyah-NU

tuntas.co.id

JAKARTA - Isu soal HTI kini mencuat lagi setelah muncul film soal khilafah belum lama ini. Hal ini memunculkan pro dan kontra.

Ustadz Maheer At Thuwailibi mengatakan, untuk menjadi seorang muslim sejati tidak perlu untuk masuk dalam ormas-ormas Islam, seperti Nahdatul Ulama, Muhammadiyah atau Hizbu Tahrir Indonesia (HTI).

“Untuk menjadi muslim sejati tidak mesti menjadi NU, Muhammadiyyah, apalagi Salafy. Untuk memperjuangkan Syari’ah dan Khilafah juga tak mesti menjadi HTI.” kata Ustadz Maher di akun twitternya, Minggu (23/8).

Maheer kemudian menyindir orang mengaggap presiden sebagai khalifah, namun menolak ajaran Khilafah.

“Ada presiden yang disamakan dengan KHALIFAH ABU BAKAR, tapi, Buzzer bayarannya kini paling depan menolak KHILAFAH," tulis Maheer.

Ajaran Khilafah kata dia ada di dalam Alquran di surat Al-baqrah. “Khilafah ajaran Islam, sistem politik Islam, namanya Siyasa Syariah," kata Maheer.

Sakin pentingnya khilafah dalam Islam, ibnu Taymiyah kata dia menulis sebuah kitab khusus As Siyasah Asyariah. Imam Nawawi menulis kitab khusus namanya Ahkam Sultaniyah.

“Anda tidak setuju dengan konsep Khilafah, ya sudah, kami hanya menawarkan konsep Islam khilafah Islamiyah ala Manhaj nubuwah," kata Maheer. (dal/fin).