New Normal, Al Haris Launching Masuk SD di Pelosok Desa -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

New Normal, Al Haris Launching Masuk SD di Pelosok Desa

tuntas.co.id

BANGKO - Bupati Merangin Al Haris bersama Wabup Mashuri, melaunching semua anak-anak Sekolah Dasar (SD), di pelosok desa kembali belajar tatap muka di sekolah pada tatanan kehidupan New Normal Covid-19.

Launching masuk sekolah tersebut berlangsung di SD Negeri No 32/VI Desa Air Liki Kecamatan Tabir Barat. ‘’Mulai Senin (19/7) semua murid-murid SD di pelosok desa, sudah bisa kembali bersekolah tatap muka di kelas,’’ ujar Al Haris.

Namun demikian lanjut Al Haris, semua harus patuh dengan protokol kesehatan Covid-19, dengan menggunakan masker sering mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir dan selalu menjaga jarak.

‘’Jadi semua murid harus memakai masker, ini yang harus diperhatikan. Di setiap depan kelas harus disediakan air yang mengalir untuk mencuci tangan dan dilengkapi dengan sabunnya,’’ pinta Al Haris.

Patuh dan disiplin terhadap protokol kesehatan itu lanjut Al Haris, sangat penting, guna memutus matarantai Covid-19. Anak-anak begitu sampai di sekolah pinta bupati, langsung dicek suhu tubuhnya.

Sebelum masuk kelas untuk belajar, anak-anak harus antri mencuci tangan dulu, kemudian baru masuk ke kelas. Di dalam kelas kursinya juga harus ada jarak antara satu murid dengan murid lainnya.

Pada kesempatan itu bupati dan wabup sempat melempar kuis kepada para murid sebelum masuk ke kelas. Bupati memberi pertanyaan kepada para murid, tiga macam yang diminta patuh pada tatanan kehidupan New Normal Covid-19?

Dari barisan murid itu, beberapa murid langsung menunjuk tangan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. Shinta salah seorang murid yang mendapat kesempatan menjawab, langsung menunjukan aksinya.

‘’Pertama Pak Bupati, kita harus memakai masker, kedua kita harus rajin mencuci tangan dan ketiga tidak boleh kumpul-kumpul,’’ jawab Shinta. 

Kuis tersebut juga kembali dilempar bupati dan wabup ketika para murid sudah berada di dalam kelas. Bupati juga minta Kadis Dikbud M Jubir untuk memperhatikan fisik Gedung SD No 32/VI Desa Air yang lantainya belum dikeramik.(shu)