Mendahulukan Rehab Gedung Kejari Ketimbang Jembatan, Kebijakan Pemkab Muarojambi Banjir Kritik dari Masyarakat -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Mendahulukan Rehab Gedung Kejari Ketimbang Jembatan, Kebijakan Pemkab Muarojambi Banjir Kritik dari Masyarakat

tuntas.co.id

MUAROJAMBI - Terkait rahab Gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Muarojambi yang memakan anggaran Rp2,5 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Muarojambi, hingga saat ini menuai polemik, baik di kalangan pemerintahan maupun di tengah masyarakat Muarojambi sendiri.

Kritikan muncul, karena rehab gedung Kejari tersebut banyak bangunan insfratruktur yang dikorbankan, seperti pembangunan fisik maupun non fisik yang bersumber dari APBD Kabupaten Muarojambi, antara lain pembangunan rehab kantor Bupati, pembangunan kantor OPD, Jembatan Sungai Bahar, serta pembangunan jembatan Pematang Raman.

Untik itu masyarakat Kabupaten Muarojambi berkomentar tentang pembangunan Gedung Kejari, seolah-olah pembangunan Gedung Kejari tersebut diprioritaskan oleh Pemerintah Kabupaten Muarojambi.

M Jais, sebagai salah satu tokoh pemuda Desa Sekernan, Muarojambi, mempertanyakan pembangunan gedung Kejari itu, apakah penting dari pada pembangunan jembatan yang akan dirasakan masyarakat 

"Yang jadi pertanyaan, tahun-tahun sebelumnya gedung itu juga yang dibangun, tahun ini gedung itu juga, saya rasa itu aneh, padahal banyak bangunan yang lebih penting seperti jembatan-jembatan, karena akan dirasakan masyarakat khusunya masyarakat Muarojambi," tutur M Jais, Kamis (23/7/2020).

Selain itu ia mengutarakan rehab gedung Kejari yang senilai Rp 2,5 Milyar ini sudah dikerjakan pihak rekanan CV Sahabat Mitra Mandiri sebelum adanya penandatangan kontrak rekanan bersama pihak Pekerjaan Umum (PU) dan Penata Ruangan Muarojambi.

"Bagi saya aneh, bisa ya sekarang pengerjaan proyek sebelum tanda tangan kontrak bisa langsung di kerjakan, kalau yang seharus saya tahu setelah tanda tangan kontrak selesai baru boleh di kerjakan, sedikit banyak nya saya tahu tentang hal itu," ujarnya.

Ia menyampaikan kepada Tuntas.co.id sangat kecewa dan menyayanng kan sikap pemerintah Kabupaten Muarojambi seperti itu.

"Saya sangat menyayangkan dan merasa kecewa dengan apa yang dilakukan pemkab Muarojambi bagaimana tidak, kenapa tidak kepentingan masyarakat yang didahulukan," katanya.

Hal senada dikatakan Ketua Laskar Marah Putih Perjuangan (LMPP) Syarial, bahkan kata dia muncul dugaan kuat aroma kepentingan karena dua tahun belakangan gedung Kejari Muarojambi dua kali dibangun oleh pemkab Muarojambi dengan menelan anggaran milyaran rupiah

"Pemkab Muarojambi sudah melakukan hibah dua kali dalam pembangunan gedung Kejari Muarojambi tersebut, pertama pada tahun 2019 pembangunan gedung Kejari dengan anggaran Rp 2 Milyar rupiah, yang kedua di tahun 2020 pembangunan rehab gedung Kejari lagi, padahal di tengah fefocusing anggaran pemkab Muarojambi saat ini, itu seperti memaksakan diri," ungkap Syarial Ketua LMPP. (EN)