Kementerian PUPR dan KLHK Lakukan Kerja Sama Pengembangan Wisata Alam Pulau Rinca -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Kementerian PUPR dan KLHK Lakukan Kerja Sama Pengembangan Wisata Alam Pulau Rinca

tuntas.co.id

Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan pembangunan infrastruktur Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam mendorong pengembangan wisatawan wisatawan domestik maupun mancanegara. Bantuan infrastruktur salah dilaksanakan oleh prasarana wisata alam di Pulau Rinca, kawasan Taman Nasional Komodo. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN, pembangunan, penataan, jalan, penyediaan air baku, air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian

Dalam mendukung pengembangan infrastruktur di Pulau Rinca, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) dan Ditjen Cipta Karya melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Perhatian (LHK) di Ruang Rapat Sekretariat Jenderal Kementerian LHK, Jakarta.

Penandatanganan PKS dilakukan oleh Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman, Ditjen Cipta Karya, Arief Akhdiat dan Direktur Air Tanah dan Air Baku, Ditjen SDA Kementerian PUPR Iriandi Azwartika dengan Dirjen KSDAE Kementerian LHK Wiratno. 

Melalui PKS tersebut, Kementerian PUPR akan memberikan dukungan pembangunan infrastruktur seperti jalan gertak ditinggikan seluas 3.055 m2; penginapan petugas ranger, peneliti, dan pemandu wisata seluas 1.510 m2; pusat informasi seluas 3,895 m2; pos istirahat seluas 318 m2 dan pos jaga luas 126 m2; Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) melalui pemasangan perpipaan sepanjang 550 meter dan reservoir seluas 144 m2 (kapasitas 50 m3) serta pengaman pantai sepanjang 100 meter dan pembangunan dermaga seluas 400 m2 dengan panjang 100 meter dan lebar 4 meter. 

Pada tahun 2020, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran sebesar Rp 902,47 miliar untuk mengerjakan 43 paket kegiatan infrastruktur di KSPN Labuan Bajo yang melengkapi peningkatan kualitas layanan jalan dan jembatan, penyediaan Sumber Daya Air, permukiman, dan perumahan. Untuk pembangunan infrastruktur Pulau Rinca, pada TA 2020 dilakukan pembangunan sarana dan prasarana dengan anggaran sebesar Rp21,25 miliar, reservoir SPAM alokasi Rp. 2,41 miliar, dan pembangunan pengaman Pantai Lohbuaya sebesar Rp 46,3 miliar.    

Dirjen KSDAE KLHK Winarno mengatakan tujuan penandatanganan PKS adalah untuk membuat landasan untuk Kementerian PUPR dan Kementerian LHK dalam menyusun dan melaksanakan pembangunan sarana dan prasarana pariwisata di Loh Buaya Pulau Rinca. “Melalui PKS ini, pengembangan Pulau Rinca sebagai destinasi wisata berkelas premium yang dapat dilaksanakan secara terpadu dengan mengedepankan perlindungan geologi dengan cara yang mendukung,” kata Wiratno. (*)