Denny Siregar Sebut Pernah Ditawari Jadi Komisaris di Perusahaan Milik Negara -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Denny Siregar Sebut Pernah Ditawari Jadi Komisaris di Perusahaan Milik Negara

tuntas.co.id

Denny Siregar 

TUNTAS.CO.ID - Denny Siregar dikenal sebagai pegiat media sosial yang dekat dengan pemerintah, iamengaku pernah ditawari jabatan sebagai komisaris perusahaan milik negara. 


Dalam tulisannya di medsos, tawaran itu ia tolak karena dirinya merasa tak cocok duduk di suatu jabatan.


Berikut tulisa Denny Siregar:

KOMISARIS

Tidak bisa disangkal, tawaran jabatan menjadi Komisaris disebuah perusahaan negara itu sangat menggoda.


Bayangkan. Disana ada gengsi jabatan, ada juga uang bulanan dan banyak fasilitas, dan jam kerja yang tidak rutin pula. Makanya banyak orang berebut untuk menjadi Komisaris, bahkan sampai harus mengemis-ngemis merendahkan dirinya supaya dia menjabat disana.


Apakah saya mendapat tawaran juga ? Saya harus akui ya. Banyak pertimbangan kenapa tawaran itu ada, sebagian besar karena saya dianggap berjasa dalam sebuah pertarungan politik. Juga karena tulisan dianggap berpengaruh. Meskipun saya hanya ingin menulis menyampaikan apa yang saya pikirkan, tanpa keinginan untuk menjadi "apa".


Apakah tidak tergoda ? Jujur harus dikatakan, saya sempat tergoda. Meski akhirnya harus berfikir ulang dan menolak dengan sopan.


Kenapa ? Itu pertanyaan yang selalu datang dari teman. "Sombong banget sih lu !" Ada juga yang bilang begitu. Saya juga gak tahu kenapa menolak tawaran indah itu.


Gak ada alasan yang kuat, hanya nurani saja yang bergerak.


Mungkin pada dasarnya saya orang pekerja. Saya senang ada di lapangan bukan dibelakang meja besar, bertemu banyak orang, memulai dari hal kecil menjadi besar, saya senang dibayar karena keringat bukan karena dapat penghargaan.


Mungkin juga saya merasa tidak cocok diberikan penghargaan besar untuk hal kecil yang saya lakukan. Atau tidak ingin terpenjara oleh balas budi karena sudah dapat bantuan.


Atau.. ah, entahlah. Yang pasti, saya tidak ingin berada ditempat yang saya merasa tidak nyaman. Daripada gak lama duduk disana dan akhirnya keluar karena gak bisa membohongi diri, mendingan tolak saja sekalian.


Ini bukan masalah uang, karena pasti butuh. Semua juga begitu. Tapi bagaimana mencarinya itu yang penting. Saya tidak ingin terlena kenikmatan sesaat yang membuat motivasi untuk berbuat baik demi negeri ini, hanya diukur sebatas materi. Uang bisa dicari, kenikmatan nurani tidak bisa dibeli.


Idealis ? Gak, saya realitis. Bahkan saking realistisnya saya berfikir bahwa saya tidak cocok berada dalam sebuah jabatan. Keasyikan petualangan itu jadi hilang. Hidup terlalu nikmat juga ga ada seru-serunya.


Mungkin saya hanya ingin minum kopi kembali, di warkop2 dgn harga secangkir 3 rebuan, dan gelas kopi bau sabun batangan, mendengar cerita rakyat kecil dgn semua pandangan sederhana mereka.


Kalaupun kelak jadi kaya, itu karena apa yang saya kerjakan dalam wirausaha berhasil, bukan karena dapat jabatan. Karena bagi saya, proses itulah sejatinya kekayaan..


Jadi pengen bikin kopi malam-malam..

Denny Siregar