Warganya Disiplin, Negara Komunis Lebih Cepat Menangkal Penyebaran Corona -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Warganya Disiplin, Negara Komunis Lebih Cepat Menangkal Penyebaran Corona

tuntas.co.id



TUNTAS.CO.ID - Ratusan negara kini sedang berjibaku mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Bukan hanya negara berkembang, negara maju layaknya Amerika Serikat pun sedang kewalahan.

Menilik dari beberapa kasus, penyebaran virus corona sangat erat kaitan dengan kedisiplinan masyarakat, dimulai dari pola hidup sehat hungga social distancing.

Dari ratusan negara, ternyata negara dengan ideologi komunis sangat berhasil mendisiplinkan warganya untuk mengikuti aturan atau program yang dibuat pemerintah dalam memutus rantai corona.

Contoh yang paling nyata adalah Vietnam, negara komunis ini berhasil menekan virus corona hingga tidak ada kasus baru dan kematian sepekan terakhir.

Negara ini dikabarkan sudah mulai melonggarkan kebijakan lockdown di beberapa daerah. Pelonggaran lockdown ini mulai berlaku sejak Kamis (23/4/2020).

Kabar bahagia ini tentu menjadi sorotan dunia. Bahkan tanda pagar (tagar) Vietnam menjadi trending topic di Twitter dengan 144 ribu tautan di Indonesia, Jumat (24/4/2020).

Lalu Kuba, negara partai merah atau komunis ini cukup berhasil menekan penyebaran corona, mereka menyebarkan sekitar 28 ribu mahasiswa kedokteran untuk mengidentifikasi potensi penyakit Covid-19 di permukiman warga demi mencegah penyebaran virus corona di negara di Kepulauan Karibia tersebut.

Para calon dokter itu disebar dalam kegiatan ini dengan didampingi dokter profesional. Mereka mendatangi rumah-rumah warga di seluruh negeri untuk mendeteksi penduduk yang berpotensi terpapar dengan metode diagnosa wawancara.

"Berapa orang yang tinggal di sini? Pernahkah Anda melakukan kontak dengan orang asing? Tahukah Anda aturan kesehatan yang harus diikuti?" berikut pertanyaan yang harus mereka berikan kepada puluhan warga setiap harinya.


Kuba bahkan mengirim tenaga medis mereka ke berbagai negara untuk memerangi corona, mulai dari Afrika hingga Eropa.

Lalu bagaimana dengan China, otoritas China melaporkan tidak ada tambahan korban meninggal akibat virus Corona (COVID-19) dalam 24 jam terakhir di wilayahnya. Ini berarti sudah 10 hari berturut-turut tidak ada kematian baru di negara yang menjadi lokasi awal terdeteksinya virus Corona ini.
Seperti dilansir Associated Press dan kantor berita Xinhua News Agency, Sabtu (25/4/2020), Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) melaporkan 12 kasus baru virus Corona dalam sehari. Angka ini terdiri atas 11 kasus impor atau penularan luar negeri dan satu kasus domestik atau penularan lokal.

Sementara di Korea Utara, sejauh ini belum ada laporan secara resmi jumlah penderita Covid-19, namun pemerintah setempat mengkalim tidak ada satupun orang yang tertular corona di sana.

Politisi Gerindra, Arif Puyuono juga tak menapik negara sosialis bisa cepat mengatasi corona, dibanding negara liberal seperti di Amerika dan Eropa yang kedodoran. (red)