Presiden Jokowi Ingin Ubah Istilah Radikalisme -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Presiden Jokowi Ingin Ubah Istilah Radikalisme

tuntas.co.id


JAKARTA, TUNTAS.CO.ID - Istilah kata radikalisme akan diganti oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), hal ini disampaikan Jokowi saat rapat terbatas di kantor presiden, Kamis (31/10/2019).

"Apakah ada istilah lain yang bisa kita gunakan, misalnya manipulator agama," tanya Jokowi.

Jokowi meminta menteri-menteri terkait untuk mencegah penyebaran paham radikal yang menyalahgunakan agama di lingkungan masyarakat.

"Saya serahkan kepada Pak Menko Polhukam (Mahfud MD) untuk mengkoordinasikan masalah ini," kata Presiden Jokowi.

Lima tahun kedepan pemerintahan Jokowi - Ma'ruf Amin disebut-sebut fokus untuk menekan radikalisme di Indonesia.

Saat terjadi penusukan terhadap Wiranto, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi radikalisme dan terorisme.

"Pada seluruh masyarakat saya mengajak bersama-sama untuk memerangi radikalisme dan terorisme di tanah air kita. Hanya dengan upaya bersama-sama, terorisme dan radikalisme bisa kita selesaikan dan berantas dari negara yang kita cintai," ujar Jokowi usai menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. (*)