Menghirup Uap Lem Aibon Bisa Kecanduan dan Mati Mendadak -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Menghirup Uap Lem Aibon Bisa Kecanduan dan Mati Mendadak

tuntas.co.id

Ilustrasi
TUNTAS.CO.ID - Anggaran sebesar Rp 82 miliar yang dibuat di APBD DKI Jakarta untuk membeli lem aibon bagi siswa, membuat nama lem aibon melambung dalam dua hari ini. Bahkan sudah beberapa jam tranding di Twitter.

Lalu tahukah anda jika lem aibon biasa disalahgunakan oleh beberapa orang untuk mabuk atau 'nge-fly'.

Anak-anak jalanan sering dikait-kaitkan dengan lem aibon, karena mereka dianggap sering menghirup uap lem hingga mabuk.

Efeknya hampir mirip dengan jenis narkoba lain yakni menyebabkan halusinasi, sensasi melayang-layang dan rasa tenang sesaat meski kadang efeknya bisa bertahan hingga 5 jam sesudahnya.

Ngelem ini juga disebut akan membuat mengisapnya tidak merasa lapar meski sudah jamnya makan.

Sama seperti narkoba pada umumnya, efek ngelem akan menyerang susunan saraf di otak sehingga bisa menyebabkan kecanduan. Dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan otak sementara, jangka pendek risikonya adalah kematian mendadak.

Dikutip dari Kidshealth.org, efek jangka pendek yang dirasakan yakni denyut jantung meningkat, mual-muntah, halusinasi, mati rasa atau hilang kesadaran, susah bicara atau cadel, kehilangan koordinasi gerak tubuh.

Karena uap solven tersebut bisa terakumulasi di jaringan tubuh, dalam jangka panjang jika terhirup terus menerus bisa memberikan efek jangka panjang.

Di antaranya kerusakan otak (bervariasi, mulai dari cepat pikun, parkinson dan kesulitan mempelajari sesuatu), otot melemah, depresi, sakit kepala dan mimisan, kerusakan saraf yang memicu hilangnya kemampuan mencium bau dan mendengar suara.

Meski hanya dihirup sekali, efeknya juga bisa fatal jika telah melewati ambang batas yang bisa ditoleransi oleh tubuh. Uap lem bisa membunuh dalam seketika dengan mekanisme sebagai berikut. (*)