Ki Sabdo Ngaku Amankan Pelantikan Jokowi, 2014 Pernah Ramal Prabowo Menang, Bahkan Siap Ditembak Jika Salah -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Ki Sabdo Ngaku Amankan Pelantikan Jokowi, 2014 Pernah Ramal Prabowo Menang, Bahkan Siap Ditembak Jika Salah

tuntas.co.id


Ki Sabdo | ist
JAKARTA, TUNTAS.CO.ID - Video viral menunjukkan seorang pria mengaku bernama Ki Sabdo tengah melakukan ritual di Gedung Nusantara V DPR RI viral di media sosial. 

Lelaki itu mengaku tengah melakukan 'geladi bersih' untuk mengamankan pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan digelar pada 20 Oktober mendatang.

Uniknya, Ki Sabdo mengaku memanggil bangsa jin untuk menjaga proses pelantikan Jokowi

"Apa yang saya lihat memang harus ada pengawalan secara spiritual. Ini yang saya taruh di sini ini komplit sudah. Mulai Nyai Roro Kidul, Nyi Blorong, jin kayangan dan yang lain-lain. Jadi mantap sudah," kata Ki Sabdo dalam video tersebut.

Meski demikian, pihak MPR dan istana membantah menggunakan jasa Ki Sabdo untuk pengamanan pelantikan.

Sepak terjang Ki Sabdo di dunia politik Indonesia sebenarnya sudah sejak 2014, saat itu dia mendukung Prabowo - Hatta, dan mengatakan pasangan ini akan menang, bahkan siap ditembak jika penerawangannya salah.

Pada siang, Jumat (13/62014) Ki Sabdo menyampaikan deklarasi dukungannya.  Saat itulah sang paranormal siap mati jika Prabowo tak menjadi presiden.

"Apabila pernyataan saya salah, saya siap menerima sanksi pidana kurungan dan tembak mati di tempat. Dan yang melakukan eksekusi tersebut Prabowo Subianto sendiri, bukan orang lain," kata Ki Sabdo di panggung deklarasi Rumah Polonia.

Ki Sabdo, yang mengenakan baju adat dan blangkon berwarna hitam, mengaku sudah melakukan ritual mulai dari tanggal 19 September 2012 sampai 5 Juni 2014.

"Saya sudah ritual di tiga tempat: Goib penguasa Istana dan Nyi Roro Kidul di Jakarta, Kanjeng Sunan Bungkul Surabaya, dan Joko Dolog Surabaya. Kelihatan di tiga tempat tersebut hanya wajah Prabowo," katanya. (*)