Presiden BEM UIN Jambi Mulai Curiga dengan Pengurus BEM SI, Ari : Jangan Memanfaatkan Gerakan Ini ! -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Presiden BEM UIN Jambi Mulai Curiga dengan Pengurus BEM SI, Ari : Jangan Memanfaatkan Gerakan Ini !

tuntas.co.id


Presiden BEM UIN STS Jambi, Ari Kurniadi saat orasi | ist
JAMBI, TUNTAS.CO.ID - Sikap pengurus Aliansi BEM SI yang menolak ajakan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk berdialog menyelesaikan persoalan yang menjadi tuntutan dalam unjukrasa, disayangkan banyak pihak.

Bahkan sebagian besar BEM di Indonesia juga menyayangkan hal tersebut, karena di momen itulah mahasiswa bisa menyalurkan aspirasi secara gamblang kepada presiden.

Salah satu yang menyesalkan hal itu adalah Ari Kurniadi, Presiden BEM UIN STS Jambi. Ia mengecam dan menyayangkan sikap plin plan pimpinan BEM SI yang awalnya mengatakan ingin bertemu Presiden, namun setelah diundang dan diajak untuk berdiskusi justru malah mereka menolak ajakan tersebut. 

"Kalau memang niat mereka baik ingin menanyakan kejelasan soal tuntutan yang mereka suarakan harusnya mereka menerima undangan tersebut, bagaimana mereka bisa tahu tentang bagaimana tanggapan pemerintah soal tuntutan mereka jika mereka menolak untuk berdialog," tehas Ari.

Bahkan ia balik bertanya apa motif BEM SI menolak ajakan tersebut.

"Ini masih tanda tanya, alasan yang kurang argumentatif dan cenderung tidak tepat landasan nya."

Ari juga menambahkan, kalau memang BEM SI takut akan pecahnya gerakan mahasiswa karena hal tersebut, justru ini hal yang bodoh.

"Kalau memang apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi tidak sesuai, ya harusnya ini bisa menjadi alasan mahasiswa untuk turun kembali dan komitmen serta istiqomah akan perjuangan gerakan ini," tegas dia.

Kalau seperti yang dilakukan BEM SI saat ini lanjut dia, mahasiswa bisa curiga ada agenda lain yang sedang dilakukan BEM SI di luar pengetahuan mahasiswa lainnya.

"Soal di ruangan tertutup juga ini bukan alasan, justru dialog akan lebih kondusif serta tanpa beban dan lebih bebas seharusnya, kawan-kawan bisa membeberkan ke ruang publik setelah pertemuan nanti dan bisa mengambil langkah selanjutnya apa yang harus mahasiswa lalukan dari hasil pertemuan ini," tegas Ari.

"Tujuan dari aksi yang dilakukan kawan-kawan mahasiswa di manapun berada adalah untuk mendapatkan solusi dari semua permasalahan yang ada di bangsa ini. Jangan sampai BEM SI memanfaatkan momen ini untuk kepentingan kelompok, apalagi sampai ada kepentingan politik sekelompok orang," kata Ari. (Ki)